TNI Kerahkan Personel Pulihkan Jalan Terputus di Taput

  • 31 Jan 2026 00:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Hutanabolon - Prajurit TNI dikerahkan untuk membuka akses jalan menuju sejumlah desa terisolir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara. Diketahui, hingga kini sejumlah desa belum dapat dilalui kendaraan akibat longsor dan kerusakan jembatan.

Demikian disampaikan Komandan Detasemen Zeni Bangunan (Den Zibang) Kodam I Bukit Barisan, Mayor Czi Johan Sianturi, di Hutanabolon, Jumat 30 Januari 2026. Ia mengatakan terdapat 13 titik longsor di jalur penghubung Desa Hutanabolon menuju Desa Sigiring-Giring.

Untuk memulihkan konektivitas, TNI membangun enam jembatan baru serta memperbaiki jembatan permanen yang rusak. “Enam jembatan dibangun baru, sisanya kami perbaiki, saat ini kami sedang mengerjakan jembatan keempat,” ujar Johan.

Selain menghubungkan Hutanabolon dan Sigiring-Giring, jalur tersebut juga menjadi akses utama menuju Desa Sait Kalangan II. Termasuk juga ke Desa Saur Manggita yang masih terisolir akibat banjir bandang dan longsor.

Sebanyak 100 personel TNI dikerahkan dalam pekerjaan ini didukung tiga alat berat untuk membersihkan material longsor berupa batu, kayu, dan lumpur. Targetnya, akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan sebelum bulan Ramadan 1447 Hijriah.

Namun, proses pengerjaan kerap terkendala cuaca. “Hujan sering turun pada sore hari sehingga pekerjaan harus dihentikan sementara demi keselamatan,” kata Johan.

Saat ini, akses dari Hutanabolon menuju Sigiring-Giring hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki sejauh sekitar 2,5 kilometer. Sementara akses hanya bisa dilalui lewat sungai dan kontur menanjak.

Ia menyebut, Warga membutuhkan sekitar 30 menit berjalan kaki dari titik akhir kendaraan menuju desa. Yakni elewati material longsor serta aliran sungai yang cukup dalam dan berbahaya.

Desa Hutanabolon sendiri berjarak sekitar 10 jam perjalanan darat dari Kota Medan. Warga berharap pembukaan akses oleh TNI dapat segera rampung agar aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....