TNI Rampungkan 8 Jembatan, Akses Warga Kembali Pulih

  • 30 Jan 2026 20:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Personel TNI terus bekerja keras menyelesaikan pembangunan jembatan di delapan titik di Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Hal ini sebagai bagian dari upaya pemulihan konektivitas masyarakat pascabencana.

Pembangunan ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi aktivitas sosial dan ekonomi warga yang sempat terhambat akibat rusaknya infrastruktur penghubung. Berbagai jenis jembatan dibangun, mulai dari jembatan gantung hingga jembatan bailey.

Hingga Kamis 29 Januari 2026, personel TNI melakukan sejumlah pekerjaan teknis di lapangan. Seperti menggali tanah, mengangkut material, menyiapkan fondasi, memasang besi pengaman, hingga melakukan pengecatan pada jembatan yang menghubungkan permukiman warga.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, TNI menegaskan komitmennya untuk terus bahu-membahu bersama masyarakat dalam menghadirkan jalur penghubung yang aman dan layak digunakan. Saat ini, progres pemulihan menunjukkan 96,89 persen jalan daerah telah kembali berfungsi.

Sementara jembatan yang telah berfungsi mencapai 28,13 persen dari total yang dibangun. Selain di Sumatra Utara, upaya pembangunan dan perbaikan jembatan juga dioptimalkan di wilayah Aceh dan Sumatra Barat.

Hal tersebut dilakukan untuk menghubungkan kembali aktivitas perekonomian dan sosial masyarakat di tiga provinsi terdampak. Diketahui, sebelumnya, akses warga sempat terputus total akibat bencana banjir dan longsor.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi warga yang sempat terganggu akibat rusaknya jembatan penghubung desa,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono, Jumat 30 Januari 2026.

Adapun delapan jembatan yang saat ini dalam progres pembangunan di Sumatra Utara meliputi:

1. Jembatan gantung Desa Ladang Tengah–Andam Dewi;

2. Jembatan gantung Lingkungan III Kelurahan Bonalumban ke Lingkungan IV Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah;

3. Jembatan gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Lingkungan I Lumban Tonga-Tonga, Kelurahan Bonalumban dengan Lingkungan III Onan Tukka, Kelurahan Tukka;

4. Jembatan gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Padang Masiang dengan Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah;

5. Jembatan gantung Desa Sanawuyu, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara;

6. Jembatan gantung di Sungai Moro’o, Desa Ononamolo III yang menghubungkan Desa Hilidaura, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat;

7. Jembatan bailey di Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan;

8. Jembatan gantung di Desa Purba Sinamba, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara.

TNI berharap percepatan pembangunan jembatan ini dapat segera memulihkan mobilitas warga. Serta memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak bencana di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....