Warga Agam Mulai Huni Huntara Pascabanjir Bandang
- 27 Jan 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah hunian sementara berjajar rapi di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar). Bangunan papan warna krem, beratap seng itu telah disiapkan pemerintah bagi korban banjir bandang November 2025 lalu.
Nagari Salareh Aia ini tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah di Sumbar Banjir bandang menghancurkan puluhan rumah warga serta merusak permukiman, sehingga memaksa warga kehilangan tempat tinggal dan mengungsi sementara.
Pemerintah membangun huntara berukuran 3x6 meter untuk setiap keluarga terdampak. Huntara ini juga dilengkapi kasur, kompor, peralatan kebersihan, listrik, serta bantuan makanan.
Sebanyak 117 unit huntara telah selesai dibangun dan mulai dihuni di Nagari Salareh Aia. Aktivitas warga juga tampak di teras huntara, dari berbincang hingga membereskan perabotan milik mereka.
Anak-anak juga terlihat bermain di sekitar huntara bersama keluarga mereka. Kondisi ini menandai kehidupan warga yang perlahan kembali berjalan usai diterpa bencana beberapa waktu lalu.
Salah satu warga yang menempati huntara, Ramalis menuturkan bahwa rumah aslinya hancur diterjang banjir bandang dua bulan lalu. Ia merasa bersyukur kini sudah mendapatkan huntara.
"Alhamdulillah sudah ada huntara. Tapi harapan saya ke depannya tentu ingin segera mendapatkan hunian tetap (huntap)," ujar Ramalis dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Januari 2026.
Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengapresiasi langkah cepat BNPB. Upaya tersebut juga didukung TNI serta Pemerintah Provinsi Sumatra Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam dalam penyelesaian pembangunan huntara.
Tito menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema bantuan untuk memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra. Mulai dari huntara, hunian tetap (huntap), uang perabotan, bantuan lauk pauk, dan sebagainya.
Pendataan dan validasi korban bencana juga telah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra. Setelah proses validasi rampung, Tito mendorong bantuan segera dicairkan agar mempercepat pemulihan.
"Kalau sudah validasi, segera dibayarkan (bantuan untuk warga terdampak bencana). Kuncinya adalah data," ucap Tito.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....