BPBD Jakarta: Modifikasi Cuaca Tekan Risiko Hujan
- 20 Jan 2026 17:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada hari kelima. Hal ini sebagai upaya menekan potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“OMC hari kelima kami laksanakan secara terencana untuk mengurangi risiko hujan ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di Jakarta. Operasi ini dilakukan secara terukur berdasarkan pemantauan cuaca terkini,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 20 Januari 206.
Isnawa menyampaikan OMC hari ini dilaksanakan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasi tersebut merupakan kolaborasi BPBD DKI Jakarta, BNPB, BMKG, dan TNI Angkatan Udara.
“Sorti pertama dilakukan pada pagi hari dengan penyemaian awan di wilayah perairan utara Jakarta. Penyemaian dilakukan di ketinggian 8.000–12.000 kaki menggunakan 800 kilogram NaCl untuk mengarahkan hujan ke laut,” ucap Isnawa.
Sorti kedua menyasar wilayah Bogor dengan penyemaian awan menggunakan 800 kilogram CaO untuk menekan potensi hujan ke Jakarta. Langkah ini bertujuan mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan agar intensitas hujan yang bergerak ke Jakarta dapat ditekan.
“Sementara, sorti ketiga dilaksanakan pada siang hari di wilayah Selat Sunda. Penyemaian awan dilakukan pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki. Dengan menggunakan 800 kilogram NaCl untuk kembali mengalihkan hujan agar jatuh di wilayah perairan,” ucap Isnawa.
Lebih lanjut, Isnawa menyampaikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian bersama stake holder terkait. Ini dilakukan guna memastikan efektivitas pelaksanaan OMC selama periode cuaca ekstrem.
“Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang. Informasi kebencanaan dan peringatan dini cuaca dapat diakses melalui Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI hingga situs resmi BPBD DKI Jakarta,“ kata Isnawa Adji.
Sementara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk anggaran OMC selama satu bulan. Sebab, persoalan hujan dan penanganan banjir merupakan hal yang penting.
"Kalau untuk anggaran OMC, kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini. Bahkan, terus terang ada pergeseran BTT. Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....