Ribuan Mangrove Dipulihkan Demi Jaga Pesisir Karawang

  • 01 Des 2025 13:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Karawang: Upaya pemulihan ekosistem pesisir utara dilakukan secara intensif di Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove Pasir Putih Karawang. Kawasan kritis yang terletak di Kecamatan Cilamaya Kulon ini menjadi lokasi penanaman ribuan bibit pohon mangrove.

Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java bersama PT Elnusa Tbk menanam 5.600 bibit, Kamis (27/11/2025). Para relawan juga berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 215 kilogram dari area pantai di Desa Sukajaya.

"Menanam mangrove bukan hanya menanam pohon. Kita sedang menanam harapan, harapan bahwa pesisir akan tetap terlindungi, harapan bahwa generasi muda tumbuh dengan kesadaran lingkungan, dan harapan bahwa bumi yang kita tinggali hari ini dapat diwariskan dalam keadaan lebih baik," kata Vice President HSSE Elnusa Ramon Arias Pili.

Kegiatan lingkungan ini melibatkan 55 siswa SDN 1 Sukajaya untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap kondisi alam sekitar. Program Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir atau Jam Pasir menjadi landasan utama pelaksanaan aksi nyata tersebut.

"Mereka adalah tunas bangsa yang akan memegang tongkat estafet Menuju Indonesia Emas 2045. Membekali mereka dengan literasi kebencanaan dan wawasan lingkungan adalah cara kami membangun ketangguhan masyarakat pesisir," ujar Manager Communication, Relations, & CID Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa Pinto Budi Bowo Laksono.

Langkah pemulihan ekosistem pesisir ini selaras dengan visi pemerintah terkait swasembada pangan dan ekonomi hijau nasional. Keberadaan hutan mangrove berfungsi vital sebagai tempat pemijahan alami bagi ikan dan kepiting yang bernilai ekonomi.

"Ekosistem mangrove yang sehat adalah inkubator alami bagi ikan dan kepiting, yang menjadi tumpuan ekonomi nelayan serta fondasi ketahanan pangan nasional. Apa yang kita tanam sekarang, buahnya akan dinikmati masyarakat sebagai sumber pangan dan penghidupan yang berkelanjutan," ucap Pinto.

Inisiatif ini mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) terkait penanganan perubahan iklim. Sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan upaya pelestarian lingkungan dalam jangka waktu yang panjang.

"Tentang bagaimana kita saling menguatkan, mengajak, dan menginspirasi untuk menjaga bumi bersama. Melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas lokal, sekolah, dan relawan, kita membuktikan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama," kata Ramon.

"Penanaman 5.600 mangrove tersebut merupakan investasi jangka panjang. Sebuah ikhtiar kita untuk memastikan bahwa anak cucu di Sukajaya tidak mewarisi pesisir yang rusak, melainkan ekosistem yang pulih dan mampu menghidupi mereka," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....