Banjir Empat Desa di Cirebon, Ini Rincian Dampaknya

  • 18 Jan 2025 04:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Banjir melanda empat desa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Rabu (15/1/25) malam hingga Kamis (16/1/25). Ratusan rumah warga beserta areal persawahan dan fasilitas umum pun terdampak.

Kepala Pelaksana BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya kepada Pro 3 RRI mengatakan, tiga dari empat desa saat ini telah surut. "Desa Arjawinangun, Desa Bojong Kulon dan Desa Bunder Blok BTN sudah surut sekitar pukul 10.00 WIB," ujarnya.

Banjir tersisa di Desa Bayalangu Kidul Blok 1, 2, 3 dan 5 Kecamatan Gegesik kata Deni, Jumat (17/1/25) malam. Deni menerangkan, banjir yang melanda empat desa tersebut diawali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam durasi waktu yang lama sehingga membuat sungai meluap.

Kondisi itu diperparah dengan adanya sedimentasi dan penyempitan gorong-gorong. "Jalan Pantura tidak terganggu karena banjir berada di area dalam di sekitar perumahan warga, tidak di jalan pantura,"katanya menjelaskan.

Deni menerangkan, desa-desa yang terlanda banjir memang berada daerah rawan bencana. "Kami juga sudah menetapkan Siaga Darurat Bencana Banjir sejak tanggal 1 Desember 2024 hingga 31 Mei 2025," ucapnya.

Deni merinci, di Desa Arjawinangun, ketinggian banjir di kisaran 20-110 sentimeter. Dampaknya, banjir merendam 55 unit rumah warga, kantor kecamatan, Kantor Pos Damkar Arjawinangun dan sawah.

Di Desa Bojong Kulon, ketinggian banjir mencapai 20-100 sentimeter dan Banjir merendam 84 rumah dan sawah. Di Desa Bunder, ketinggian banjir mencapai 20-70 sentimeter dan merendam 291 rumah dan sawah.

Sedangkan di Desa Bayalangu Kidul, tinggi muka air di kisaran 20-90 sentimeter dan merendam 180 rumah, 59,5 hektare sawah dan SDN 1 Bayalangu Kidul. “Total jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 610 rumah yang dihuni oleh 768 kepala keluarga (KK) atau 2.271 jiwa,” kata Deni.

Deni memastikan, meski rumah warga terendam banjir, namun mereka tidak ada yang mengungsi. Semuanya tetap tinggal di rumah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....