Wali Kota Eri Cahyadi Menginap di Lokasi Banjir

  • 27 Des 2024 07:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Surabaya: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bermalam di kawasan Gunung Anyar, untuk memimpin langsung penanganan banjir. Ia mendatangkan puluhan unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menyedot air genangan.

Dalam instagramnya @ericahyadi_ ia bahkan menulis “PANTANG PULANG SEBELUM SURUT” dan memang ia berkeliling Surabaya dengan membonceng sepeda motor memantau banjir. Wali Kota Eri Cahyadi juga memantau langsung sejumlah mobil melakukan penyedotan air yang menggenangi willayah Tenggilis Mejoyo.

Erik Cahyadi banjir disebabkan hujan deras dan menggusur Surabaya dan sekitarnya cukup lama sehingga tak bisa tertampung Sungai yang ada. Sedang air hujan juga tak bisa dibuang ke laut sehingga menggenangi jalanan.

Karena fakta itu ia memilih tidak pulang sebelum air genangan surut. Sikap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tersebut banyak dipuji para pengikutnya di Instagram.

Terpisah, Camat Gunung Anyar, Kota Surabaya, Ario Bagus Permadi mengatakan bahwa hujan deras yang melanda sejak Selasa (24/12/2024) lalu, membuat sejumlah wilayah tergenang. Termasuk Kelurahan Gunung Anyar dan Kelurahan Rungkut Menanggal, Kecamatan Gunung Anyar Surabaya, yang juga dilanda banjir.

"Memang di wilayah kami Gunung Anyar, dua malam ini genangan air cukup tinggi, naik ke daratan. Berdasarkan laporan dari warga, bahwa lebih dari 30 tahun baru kali ini terjadi banjir seperti ini di wilayah Gunung Anyar," kata Ario Bagus Permadi, Kamis (26/12/2024).

Ario pun menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah berjibaku dua hari dua malam untuk menuntaskan genangan di wilayah Gunung Anyar. Hasilnya, ketinggian genangan di wilayah setempat pada Kamis (26/12) pagi, sudah mulai surut.

"Bahkan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, dua malam ini bermalam di lokasi untuk memimpin penanganan genangan banjir. Ia memastikan warga Surabaya, khususnya di Kecamatan Gunung Anyar agar bisa tidur dengan nyaman," ujarnya.

Menurut Ario, banjir di wilayah selatan Gunung Anyar Surabaya menjadi titik lokasi terparah. Sebab, kawasan itu berbatasan langsung dengan sungai yang menghubungkan antara Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

Di samping itu, Ario mengungkap penyebab sisi selatan Gunung Anyar menjadi lokasi terparah banjir sampai masuk ke rumah-rumah warga. Selain karena tingginya curah hujan dan pasang air laut, sisi selatan Gunung Anyar juga menjadi muara dari sungai perbatasan yang hulunya berada di Waru, Sidoarjo.

Ario pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi permasalahan ini. Apalagi, saluran perbatasan, bukan menjadi kewenangan Pemkot Surabaya, tetapi Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur. Sehingga, pemerintah kota tidak bisa serta merta melakukan normalisasi sungai tersebut.

"Karena itu kami mengharapkan Dinas PU Provinsi Jawa Timur bersama-sama warga untuk melakukan pembersihan eceng gondok dan normalisasi saluran. Dengan begituu ia mengharapkan ke depannya daya tampung sungai bisa lebih maksimal,"ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....