Cecah Bebuken Makanan Khas Gayo Yang Hanya Hadir di Bulan Ramadhan

  • 28 Mar 2024 10:31 WIB
  •  Takengon

KBRN Takengon : Berbicara bulan Ramadhan, tak lengkap rasanya jika tak melirik ke sajian menu berbuka puasa, apalagi tentang pilihan menu tradisi di kalangan masyarakat tertentu.

Di masyarakat Gayo, sajian kuliner khas ramadhan yang dikenal adalah Cecah Bebuken. Dari namanya saja, cecah bebuken berarti cecah berbuka puasa.

Kuliner ini secara turun temurun telah disajikan oleh masyarakat Gayo ketika tiba waktunya berbuka puasa bersama keluarga di setiap bulan suci ramadhan.

Bahannya terdiri bajik (putik nangka), pisang muda, terong belanda, jambu klutuk, nanas, pucuk daun kates, terus gula merah, dan garam. Kita boleh menambahkan buah lain jika sesuai selera.

Cara membuatnya , sesudah bahan dasar buah-buahan terkumpul barulah buah ditumbuk secara bersamaan dengan tambahan gula merah dan sedikit garam.

Rasa kelat dari sajian cecah bebuken akan sangat ampuh untuk menghilangkan sara enek atau kekenyangan setelah berbuka puasa dengan banyak menu. Sedangkan rasa manis buah efektif untuk menyegarkan mulut.

Saat mencoba kuliner ini, citarasa buah segar akan sangat terasa di lidah dengan rasa kelat dan manis yang lebih dominan.

Cecah bebuken Ini memang merupakan kuliner khas yang hanya disajikan di waktu berbuka puasa dalam bulan Ramadhan.

di Tanah Gayo juga dikenal beragam kuliner lain yang hanya disajikan di waktu-waktu tertentu seperti di saat hari raya. Semua kuliner khas itu disebut cecah, walau dibuat menggunakan bahan berbeda.

Ada yang namanya cecah reraya, makanan ini dibuat khusus saat hari raya, bahannya kulit, hati, daging. Kemudian cecah awal, bahannya pisang muda, ini tradisinya dibuat saat acara aqiqah anak, cecah ries yang berbahan batang pisang muda dan daging ayam, biasanya dibuat saat khatam tadarusan di masjid.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....