Pengeluaran Lebaran Melonjak, Picu Risiko Keuangan Pascalebaran
- 24 Mar 2026 06:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fenomena peningkatan pengeluaran masyarakat saat momen Idulfitri yang kerap melampaui rencana awal.
- Dipicu kebutuhan konsumsi, biaya mudik, bagi-bagi "Tunjangan Hari Raya" (THR) membuat tekanan finansial signifikan cukup.
- Situasi ini terjadi karena euforia berbagi kebahagiaan membuat individu mengabaikan batas anggaran yang telah disusun sebelumnya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perencana keuangan Oneshildt, Agustina Fitria, menguraikan fenomena peningkatan pengeluaran masyarakat saat Idulfitri yang kerap melampaui rencana awal. Menurut dia, kondisi tersebut dipicu kebutuhan konsumsi, biaya mudik, serta berbagi uang Lebaran.
“Pengeluaran saat lebaran sering tidak terkendali karena banyak kebutuhan muncul bersamaan tanpa perencanaan matang sebelumnya,” ujarnya pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Senin 23 Maret 2026.
Fitria mengatakan banyak orang menghabiskan dana yang menyebabkan gaji bulanan ikut terpakai sebelum periode bulan berjalan tuntas. Situasi tersebut terjadi karena euforia berbagi kebahagiaan membuat individu mengabaikan batas anggaran yang telah disusun sebelumnya.
“Sering kali orang lupa bahwa kehidupan setelah Lebaran tetap berjalan sehingga keuangan tidak boleh dihabiskan seluruhnya,” katanya.
Selanjutnya Fitria mengatakan pengelolaan keuangan pascalebaran perlu dimulai dengan evaluasi sisa dana yang tersedia. Menurut dia, masyarakat harus ikut bertanggung jawab menjaga stabilitas keuangan pribadi karena kebutuhan hidup masih berlanjut dalam minggu berikutnya.
“Kita perlu mengecek sisa uang dan mengalokasikannya dengan bijak agar kebutuhan mendatang tetap terpenuhi tanpa kesulitan berarti,” ucapnya.
Fitria juga menekankan pentingnya menyusun kembali anggaran dari sisa dana, termasuk memprioritaskan kebutuhan pokok serta kewajiban pembayaran. Langkah tersebut akan berdampak positif untuk mencegah ketergantungan terhadap pinjaman maupun penggunaan kartu kredit secara berlebihan.
Selain itu, disiplin finansial dengan menyisihkan dana untuk kebutuhan mendatang serta menghindari pengeluaran yang tidak mendesak juga perlu diperhatikan. "Setiap rumah tangga perlu mengatur kembali prioritas pengeluarannya, termasuk berapa alokasi dana yang perlu disiapkan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....