Sebagian Warga Lebaran Jumat, Lainnya Sabtu, Tangerang Tetap Harmonis

  • 20 Mar 2026 06:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sebagian warga Tangerang Raya telah melaksanakan Hari Raya Idulfitri/Lebaran 1447 Hijriyah.
  • Keputusan Muhammadiyah mengumumkan 1 Syawal 1447 Hijriyah sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
  • Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengumumkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

RRI.CO.ID, Tangerang - Sebagian warga Tangerang Raya, Banten, telah melaksanakan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026. Sebagian lainnya mengikuti ketetapan pemerintah yang menetapkan Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Pengurus DKM Mushola Nurul Jannah, Kota Tangerang, Sajalih Kaesang mengatakan warganya salat Idulfitri pada Jumat. Keputusan itu merupakan hasil musyawarah menyikapi perbedaan penentuan hari raya.

“Kami dari pengurus melihat bahwa perbedaan ini adalah berkah yang bisa meningkatkan ukhuwah islamiyyah di antara jamaah. Keputusan mengikuti salat Idulfitri, baik hari Jumat ataupun Sabtu, didasari oleh keyakinan masing-masing jamaah,” ujarnya.

Ia menambahkan, jamaah dipersilakan menentukan pilihan sesuai keyakinan masing-masing. "Masing-masing pilihan benar karena ada landasannya dan merujuk dari hasil ijtihad para ulama,” ucapnya.

Sajalih menyebut keputusan itu telah melalui musyawarah bersama sesepuh, pengurus DKM, dan perwakilan lingkungan. Hasilnya, Mushola Nurul Jannah sepakat menggelar salat Idulfitri pada Jumat.

Di lokasi berbeda, Ketua DKM Masjid Darul Arqom, Pamulang Timur, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Ahmad Sutisna menegaskan, pelaksanaan bukan keputusan mendadak. Persiapan telah dilakukan sejak awal Ramadan dengan perencanaan matang.

“Kami memang bukan karena besok.

Tapi dari awal sudah biasa dan yakin,” ucapnya.

Ia menjelaskan, keyakinan tersebut mengacu pedoman Muhammadiyah, yakni kalender Hijriah Global Tunggal dan hisab hakiki wujudul hilal. “Itu merupakan sebuah kepastian, tidak perlu persiapan mendadak,” katanya.

Sejak awal Ramadan, berbagai persiapan teknis telah dilakukan untuk mendukung kelancaran ibadah. Kenyamanan jamaah menjadi perhatian utama karena tingginya antusiasme masyarakat.

“Peralatan perlengkapan yang ada di masjid ini kita sempurnakan, kita tambah. Sound system menjadi salah satu perhatian penting, suara takbir, khutbah, hingga rangkaian ibadah diharapkan jelas,” ujarnya.

Keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan bagi panitia pelaksana. Seluruh area masjid dimaksimalkan untuk menampung jamaah.

“Kita gunakan masjid dan halaman, bahkan lantai bawah dan lantai dua. Keputusan itu diambil dengan pertimbangan matang, demi menjaga kekhusyukan ibadah,” katanya.

Di kawasan Pamulang, banyak warga memilih melaksanakan salat Idulfitri lebih awal bersama Muhammadiyah. Jumlah jamaah diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

Berdasarkan data RRI, terdapat 14 lokasi salat Idulfitri di Kabupaten Tangerang yang disiapkan Muhammadiyah. Pelaksanaan tersebut berlangsung pada 20 Maret 2026.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil melalui sidang isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.

“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta tak adanya laporan hilal, disepakati bahwa 1 Syawal jatuh Sabtu. Tanggalnya 21 Maret 2026,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan penetapan tersebut mengacu pada kriteria MABIMS yang digunakan Indonesia dan negara Asia Tenggara. Kriteria itu menetapkan tinggi hilal minimal tiga derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

“Secara hisab, data hilal hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas MABIMS, selanjutnya kami melakukan sidang isbat. Dalam sidang ini kami bermusyawarah dengan pakar falak, astronomi, wakil rakyat, MUI, serta ormas Islam,” katanya.

Hasil rukyatul hilal dari 117 titik pengamatan di seluruh Indonesia menunjukkan hilal tidak terlihat.

Hal tersebut menjadi dasar penetapan pemerintah melalui sidang isbat.

Ia menambahkan sidang isbat merupakan upaya pemerintah memfasilitasi umat Islam menentukan awal hari raya. Prosesnya melibatkan berbagai pihak, termasuk pakar, lembaga pemerintah, dan organisasi keagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....