Harga Daging Sapi Stabil jelang Lebaran, Berpotensi Naik Setelahnya

  • 18 Mar 2026 16:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga daging sapi jelang Lebaran 2026 masih stabil di kisaran Rp140–160 ribu/kg
  • Permintaan daging sapi diperkirakan meningkat signifikan menjelang Idulfitri di berbagai daerah
  • Harga diprediksi naik setelah Lebaran akibat keterbatasan pasokan dan faktor impor

RRI.CO.ID, Jakarta - Harga daging sapi jelang Lebaran 2026 terpantau relatif stabil. Namun, kenaikan harga diperkirakan terjadi setelah Hari Raya Idulfitri.

Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Asnawi mengatakan, permintaan daging sapi meningkat setiap menjelang Lebaran. Kondisi ini terjadi hampir setiap tahun.

“Permintaan daging pada umumnya setiap menjelang Hari Raya Idulfitri itu mengalami kenaikan yang amat signifikan. Baik itu di Jabodetabek maupun di provinsi lainnya,” kata Asnawi dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu, 18 Maret 2026.

Meski permintaan naik, ia menyebut harga daging sapi tidak mengalami lonjakan tajam. Harga masih berada di kisaran normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau kita cermati dari tahun ke tahun, harga daging sapi tidak jauh beda. Itu berkisar antara Rp140 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram,” ujarnya.

Menurutnya, harga tersebut tergantung pada kualitas daging yang dijual di pasaran. Daging tanpa lemak biasanya memiliki harga lebih tinggi dibandingkan daging campuran.

“Kalau daging tanpa lemak itu bisa di atas Rp150 ribu sampai Rp160 ribu. Kalau yang masih ada lemaknya biasanya di Rp130 ribu sampai Rp140 ribu,” ucapnya.

Namun, Asnawi mengingatkan potensi kenaikan harga setelah Lebaran cukup besar. Hal ini dipicu keterbatasan pasokan sapi siap potong di dalam negeri.

“Berbicara pasokan, sementara dianggap cukup karena memang tersedia, namun dibilang lebih juga tidak. Kalau ke daging sapi, itu Pasca Idulfitri akan terjadi kenaikan lonjakan yang amat sangat luar biasa,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan daging nasional masih sangat bergantung pada impor. Sementara produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan, produksi rata-beratnya hanya 40 persen dan sisanya impor.

Selain itu, faktor nilai tukar rupiah terhadap dolar juga turut memengaruhi harga. Kenaikan kurs membuat biaya impor sapi menjadi lebih mahal.

“Harga sapi dari luar itu dipengaruhi kurs. Sekarang dolar sudah tinggi, ini berdampak ke harga sapi hidup,” ujarnya.

Asnawi memperkirakan harga sapi hidup akan mengalami kenaikan setelah Lebaran. Dari sebelumnya sekitar Rp55 ribu per kilogram, bisa naik menjadi Rp58 ribu hingga Rp60 ribu.

Meski demikian, ia memastikan ketersediaan daging sapi untuk kebutuhan Lebaran masih aman. Namun, masyarakat diimbau bersiap menghadapi kenaikan harga setelah periode hari raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....