Harga Cabai Naik jelang Lebaran, Pedagang Mudik Jadi Pemicu

  • 18 Mar 2026 15:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga cabai naik jelang Lebaran akibat berkurangnya pedagang di pasar
  • Distribusi cabai terganggu karena pengiriman menurun
  • Harga cabai diprediksi turun setelah Lebaran saat panen raya

RRI.CO.ID, Jakarta - Kenaikan harga cabai menjelang Lebaran 2026 dipicu berkurangnya aktivitas perdagangan di pasar. Banyak pedagang mulai mudik sehingga distribusi cabai ikut terganggu.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengatakan, kondisi di pasar saat ini memang mulai sepi. Jumlah pedagang berkurang karena sebagian sudah pulang ke kampung halaman.

“Jumlah pedagangnya berkurang, udah mulai libur, terutama daerah-daerah Jawa. Artinya jumlah pedagangnya berkurang, pengirimannya juga sama, ini memicu kenaikan harga,” ujar Hamid dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tidak hanya pedagang, pengiriman cabai ke pasar juga ikut menurun. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, tidak ada pengiriman baru dan pedagang hanya menjual stok lama.

Menurut Hamid, kondisi ini membuat aktivitas pasar melemah dan menjadi salah satu pemicu kenaikan harga. Meski demikian, ia menegaskan stok cabai sebenarnya masih tersedia di tingkat petani.

“Stok itu ada, tapi adanya di pertanaman, bukan di gudang. Jadi tergantung ada yang kirim atau tidak ke pasar,” ucapnya

Menurut dia, harga di tingkat petani justru mulai mengalami penurunan, khususnya untuk cabai rawit merah. Namun di pasar, harga masih tinggi karena distribusi tidak lancar.

“Harga di daerah itu sekitar Rp75 ribu sampai Rp80 ribu. Tapi di pasar bisa Rp120 ribu sampai Rp130 ribu perkilogram,” ujarnya.

Hamid menilai, kenaikan harga ini juga dipengaruhi faktor psikologis pasar. Pedagang mengambil stok dalam jumlah kecil karena khawatir cabai tidak terjual dan berisiko busuk.

“Karena risiko cabai cepat busuk, pedagang ambilnya sedikit-sedikit. Itu yang bikin pasokan di pasar terbatas,” katanya.

Meski harga saat ini tinggi, Hamid memastikan kondisi tersebut bersifat sementara. Ia memprediksi harga cabai justru akan turun setelah Lebaran nanti.

“Setelah Lebaran itu akan masuk panen raya, terutama cabai rawit merah. Jadi stok akan melimpah dan harganya bisa turun jadi murah,” jelasnya.

Ia memperkirakan harga cabai bisa turun ke kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Namun, ia berharap harga tidak jatuh terlalu dalam agar petani tetap mendapatkan keuntungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....