Mengenal Tumbilotohe, Tradisi Tiga Malam Terakhir Ramadan di Gorontalo

  • 22 Feb 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tumbilotohe merupakan tradisi masyarakat Gorontalo pada tiga malam terakhir Ramadan. Tradisi ini identik dengan pemasangan ribuan lampu minyak di rumah dan jalan.

Nama Tumbilotohe berasal dari bahasa Gorontalo yang berarti memasang lampu. Maknanya adalah menghadirkan cahaya sebagai simbol penerangan hati umat Muslim.

Tumbilotohe sudah berlangsung turun-temurun sejak abad ke-15. Pada tradisi ini, lampu-lampu dipasang untuk menerangi jalan menuju masjid saat malam Lailatul Qadar.

Dulu, lampu yang digunakan berbahan damar dan minyak kelapa. Kini, sebagian warga sudah memakai lampu botol dan tambahan lampu listrik.

Pemasangan lampu dilakukan bersama keluarga dan tetangga. Suasana kebersamaan menjadi bagian penting dalam perayaan ini.

Tradisi ini juga didukung pemerintah daerah melalui lomba dan festival cahaya. Kegiatan tersebut sering menarik wisatawan domestik setiap Ramadan.

Meski berkembang modern, nilai religius tetap dipertahankan masyarakat. Tumbilotohe juga menjadi simbol harapan menyambut Idulfitri dengan hati yang terang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....