Asal Usul Kue Nastar, Sajian Lebaran yang ternyata Berakar dari Belanda
- 17 Mar 2026 11:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kue nastar menjadi salah satu sajian khas yang hampir selalu hadir dalam perayaan Lebaran di Indonesia. Kue kering ini dikenal luas karena isian selai nanas serta cita rasa manis, legit, dan gurih yang khas.
Selain nastar, masyarakat biasanya juga menyajikan beragam kue kering lain seperti kastengel dan putri salju dalam satu toples. Kehadiran nastar di tengah sajian Lebaran semakin menambah kehangatan suasana berkumpul bersama keluarga dan kerabat dekat.
Dilansir dari laman Indonesian Chef Association, meski sangat identik dengan tradisi Lebaran di Indonesia, nastar ternyata bukan berasal dari kuliner asli Nusantara. Kue ini memiliki akar sejarah dari Belanda yang dikenal sebagai negeri kincir angin di Eropa.
Nama nastar sendiri merupakan gabungan kata dari bahasa Belanda, yakni ananas yang berarti nanas serta taartjes yang berarti kue tart kecil. Istilah tersebut mencerminkan bentuk dan isi kue yang menyerupai tart berukuran mini dengan selai buah di dalamnya.
Resep nastar terinspirasi dari pie khas Belanda yang biasanya dibuat dalam loyang besar dengan berbagai isian buah. Pada awalnya, pie tersebut menggunakan bahan seperti blueberry, apel, dan stroberi yang umum ditemukan di Eropa.
Saat Belanda datang ke Nusantara, mereka mengalami kesulitan mendapatkan buah-buahan tersebut dengan tingkat kematangan serupa. Sebagai solusi, digunakanlah nanas yang lebih mudah ditemukan serta memiliki rasa manis, asam, dan segar mendekati buah asli.
Seiring waktu, nastar mengalami banyak perubahan di Indonesia, baik dari segi bentuk maupun komposisi adonan yang digunakan. Adonan berbahan dasar terigu, mentega, gula, dan telur dibentuk bulat atau sedikit oval dengan hiasan cengkeh di atasnya.
Pada masa awal kemunculannya, nastar hanya disajikan untuk kalangan bangsawan dalam acara penting dan perayaan besar tertentu. Kini, kue tersebut dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan juga hadir dalam perayaan lain seperti Imlek dengan makna simbolis keberuntungan.