Pengusaha Kue Kering Banjir Pesanan Jelang Lebaran
- 14 Mar 2026 13:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Lebaran, permintaan kue kering dari masyarakat meningkat tajam. Banyak pengusaha mengaku kewalahan memenuhi pesanan pelanggan.
Salah satunya Herawati, pengusaha kue kering asal Serang, Banten. Ia mengaku pesanan kue kering terus meningkat setiap tahun.
Herawati sudah menjalankan usaha kue kering khas Lebaran selama 20 tahun terakhir. Ia tertarik membuat kue karena ibu mertuanya gemar membuat kue.
Untuk mendalami keahliannya, Herawati sempat mengikuti kursus membuat kue kering. Setelah itu, ia memutuskan memulai usaha sendiri dari rumah.
“Tahun ini pesanan hampir mencapai seribu toples,” kata Herawati, saat diwawancara Pro 3 RRI, Sabtu, 14 Maret 2026. Permintaan biasanya mulai datang sejak awal Ramadan.
Menurutnya, lonjakan pesanan semakin terasa dua minggu menjelang Lebaran. Saat itu banyak pelanggan membeli kue untuk hidangan tamu.
Herawati menyediakan sekitar sepuluh jenis kue kering untuk dijual. “Tapi yang best seller-nya yaitu nastar, kastengel, dan sagu keju,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan baku, ia bahkan sudah menyetok bahan baku lebih awal. Ia membeli terigu dan mentega sebelum Ramadan dimulai.
Dalam menjalankan usaha, Herawati dibantu enam orang karyawan. Mereka bekerja bersama menyiapkan pesanan pelanggan setiap hari.
Herawati mengaku membuat kue kering cukup melelahkan. “Tapi karena sudah suka (buat kue) jadi tetap asyik saja,” ujarnya, sambil tertawa kecil.
Ia pun membagikan tips agar kue kering renyah dan tahan lama. “Tepungnya harus disangrai dulu, dan gunakan bahan berkualitas,” katanya.
Kue kering buatannya dijual mulai dari Rp65 ribu per toples. Ia menyediakan kemasan ukuran 600 gram dan 800 gram.