Keutamaan Salat Tarawih Malam Ke-27 Bulan Ramadan, Ini Penjelasannya

  • 16 Mar 2026 14:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keutamaan Tarawih Malam ke 27
  • Niat Salat Tarawih

RRI.CO.ID, Jakarta - Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan selama bulan Ramadan bagi umat Islam. Ibadah ini memiliki berbagai keutamaan, termasuk ketika memasuki malam ke-27 Ramadan.

Pada malam tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Malam ke-27 juga termasuk malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar.

Keutamaan Tarawih Malam ke-27

Melansir laman NU Online, setiap malam Ramadan memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam yang mengisinya dengan ibadah. Penjelasan ini tercantum dalam kitab Durrotun Nasihin karya Syekh Utsman bin Hasan Al-Khubawi.

Dalam kitab tersebut dijelaskan keutamaan salat tarawih malam ke-27 Ramadan melalui kutipan berikut.

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاطِفِ.

Artinya: "Pada malam ke-27, di hari kiamat ia melewati jembatan Shirathal Mustaqim secepat sambaran kilat."

Shirathal Mustaqim merupakan jembatan yang terbentang di atas neraka Jahannam sebelum manusia menuju surga. Orang yang tekun melaksanakan tarawih dijanjikan kemudahan melewati jembatan tersebut.

Niat Salat Tarawih

Salat tarawih dikerjakan setelah salat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Ibadah ini dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah bersama imam.

Dalam pelaksanaannya, sebagian umat mengerjakan delapan rakaat dan sebagian lainnya dua puluh rakaat. Keduanya dikerjakan sesuai kebiasaan yang berlaku di tengah masyarakat.

1. Niat salat tarawih sendiri

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”

2. Niat salat tarawih sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَ

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.”

3. Niat salat tarawih sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT.”

Rekomendasi Berita