Berburu Takjil, Aceh Tamiang Kian Ramai di Penghujung Ramadan
- 15 Mar 2026 10:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh Tamiang - Kabupaten Aceh Tamiang telah kembali normal setelah sempat dilanda banjir pada akhir November tahun lalu. Di penghujung Ramadan, warga memadati kawasan Kota Kuala Simpang untuk berburu takjil dan berbelanja baju Lebaran.
Di kawasan Kota Kuala Simpang, suasana sore menjelang waktu berbuka puasa tampak hidup. Warga memadati pusat kota untuk mencari hidangan berbuka seperti gorengan, minuman segar, hingga berbagai menu makanan lainnya.
Selain pedagang makanan, sejumlah toko pakaian juga ramai dikunjungi warga yang mempersiapkan kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Meningkatnya aktivitas jual beli ini menjadi tanda pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
Menurut pantauan di lokasi, seorang pedagang kebab terlihat sibuk menyiapkan pesanan pembeli yang datang untuk berbuka puasa. Dia mengaku dapat meraih pendapatan sekitar Rp1 juta per hari selama Ramadan.
Sedangkan Amrul Nazri, pedagang kopi Aceh di Kota Kuala Simpang, mengatakan kondisi ekonomi masyarakat pascabanjir memang sempat menyulitkan mereka. Namun, kehadiran relawan turut membantu menghidupkan kembali aktivitas di warungnya.
“Keadaan setelah banjir memang terasa sulit," ujarnya, Jumat 13 Maret 2026. "Namun, sejak ada relawan dari Akpol, IPDN, dan TNI yang sering singgah di kedai saya, alhamdulillah ada rezeki."
Amrul menambahkan sejak kembali membuka warung sekitar dua minggu setelah banjir, kedainya ramai dikunjungi pelanggan. Kehadiran para relawan bahkan membuat warungnya sempat tidak pernah sepi pengunjung.
“Saya buka warung sudah dua minggu setelah banjir," katanya. "Sewaktu ada relawan bersama TNI, alhamdulillah bisa dapat bersih sekitar satu juta rupiah per hari."
Di sisi lain, suasana sejumlah masjid di Aceh Tamiang mulai lebih lengang menjelang akhir Ramadan. Seiring warga yang mulai fokus mempersiapkan kebutuhan menyambut Idulfitri.
Ramainya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran menjadi tanda bahwa Aceh Tamiang perlahan bangkit. Masyarakat setempat telah kembali menjalani kehidupan normal setelah sempat dilanda bencana yang memilukan.