Idulfitri, Momentum Kembali ke Fitrah dan Menyempurnakan Ibadah Ramadan
- 14 Mar 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa sepanjang bulan Ramadan. Perayaan tersebut menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi kesempatan bagi Muslim untuk kembali kepada fitrah, yaitu kesucian hati dan kebersihan jiwa.
Idul Fitri tidak sekedar dipahami sebagai hari kemenangan setelah menunaikan puasa selama sebulan penuh. Dalam ajaran Islam, hari raya ini juga mengandung makna mendalam mengenai penyucian diri serta peningkatan kualitas keimanan umat Muslim.
Dilansir dari laman BAZNA Jabar, Makna Idul Fitri dalam Islam adalah sebagai berikut:
1. Kembali ke Fitrah
Secara bahasa, istilah Idul Fitri tersusun dari dua kata, yakni ‘id’ yang bermakna kembali dan ‘al-fitri’ yang berarti suci atau berbuka. Makna tersebut menggambarkan harapan agar umat Islam kembali dalam keadaan bersih dari dosa setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
2. Hari Kemenangan
Idul Fitri juga dimaknai sebagai simbol kemenangan karena umat Islam berhasil menunaikan ibadah puasa yang penuh tantangan. Keberhasilan tersebut dipandang sebagai kemenangan spiritual dalam mengendalikan hawa nafsu serta menjauhi berbagai godaan selama Ramadan.
Allah SWT melalui firman-Nya dalam QS Al-Baqarah ayat 183 menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Saat menutup amalan Ramadan, umat Islam dianjurkan menanamkan sikap khauf dan rajā’ terhadap amal ibadah yang telah dilakukan.
Khauf menggambarkan rasa khawatir apakah ibadah yang dijalankan benar-benar diterima oleh Allah SWT. Sementara rajā’ mencerminkan keyakinan dan harapan bahwa Allah dengan rahmat-Nya akan menerima setiap amal kebaikan hamba-Nya.
Ibadah puasa tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga mengajarkan kepedulian sosial terhadap sesama. Dengan merasakan lapar dan dahaga, umat Islam diharapkan dapat memahami kesulitan yang dialami saudara yang hidup dalam kekurangan.
Karena itu, hingga sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri, Islam mewajibkan setiap Muslim yang memiliki kelebihan harta untuk menunaikan zakat fitrah. Kewajiban ini bertujuan membantu mereka yang membutuhkan agar turut merasakan kebahagiaan pada hari raya.
Zakat fitrah menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Idul Fitri agar tidak ada umat yang mengalami kekurangan. Selain itu, zakat fitrah berfungsi membersihkan jiwa sekaligus menyempurnakan ibadah puasa yang telah dijalankan selama Ramadan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Zakat fitrah diwajibkan untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji, serta sebagai makanan bagi orang miskin.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Setiap Muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan Salat Idul Fitri sebagai bagian dari kewajiban agama. Besarannya setara sekitar 2,5 kilogram bahan makanan pokok, seperti beras yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia.