Makna di Balik Peringatan Hari Al-Quds Internasional

  • 14 Mar 2026 05:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat muslim di Jakarta dan Bandung, pada Jumat, 13 Maret 2026, memperingati Hari Al-Quds Internasional. Mereka menggelar aksi penyampaian aspirasi mengecam penjajahan dan kebiadaban entitas Israel terhadap rakyat Palestina.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional kali ini, juga menjadi momentum untuk mendukung perjuangan rakyat Iran melawan agresi militer AS-Israel. Agresi yang menelan ribuan korban jiwa di kalangan warga sipil Iran termasuk anak-anak.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional di Bandung dipusatkan di depan Gedung Merdeka. Sedangkan di Jakarta, dilaksanakan dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar AS.

Mereka mengenakan berbagai atribut bernuansa Palestina, mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk-spanduk bertuliskan dukungan terhadap Palestina. Peringatan Hari Al-Quds Internasional menunjukkan komitmen dan dukungan muslim Indonesia bagi rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaannya.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional di Kota Bandung, Jawa Barat (Foto: Dina Y. Sulaeman)

Hari Al-Quds Internasional diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramadan. Sejarahnya berawal pada 16 Agustus 1979 setelah peristiwa serangan militer zionis Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Pemimpin Iran ketika itu, Ayatollah Khomeini lalu menginisiasi Hari Al-Quds Internasional. Sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina melawan penjajahan rezim zionis Israel.

Sejak itu, Hari Al-Quds Internasional diperingati oleh muslim di berbagai negara. Al-Jazeera hari ini melaporkan peringatan Hari Al-Quds Internasional di Malaysia, Pakistan, Kashmir, Yaman dan Iran.

Al-Quds adalah adalah sebutan untuk kota Yerusalem dalam bahasa Arab. Di kota inilah terdapat kompleks Masjid Aqsa, masjid bersejarah dan memiliki arti penting bagi umat Islam.

Namun rezim zionis Israel sangat membatasi warga muslim Palestina yang ingin beribadah di Masjid Aqsa. Bahkan di bulan Ramadan ini, rezim zionis Israel menutup dan melarang warga muslim untuk salat tarawih di Masjid Aqsa.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional di Iran ( Foto: Tangkapan Layar Press TV)

Kebijakan rezim zionis Israel itu menuai kecaman dari sejumlah negara muslim antara lain Indonesia, Arab Saudi, Yordania dan Mesir. Tindakan rezim zionis disebut sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional.

Peringatan Hari Al-Quds Internasional mengingatkan kembali bahwa di era modern ini, masih ada penjajahan di muka bumi. Yakni penjajahan rezim zionis Israel terhadap wilayah Palestina yang ironisnya didukung oleh negara yang konon menjunjung HAM dan demokrasi.

Hari-hari ini banyak yang terkesima dengan pihak-pihak yang mengklaim ingin menghentikan genosida di Gaza. Pihak yang mengklaim ingin menciptakan perdamaian di Palestina tapi tidak melibatkan rakyat Palestina, malah melibatkan penjajah.

Mereka melupakan akar permasalahan Palestina adalah penjajahan, dan rakyat Palestina berjuang untuk lepas dari penjajah, meraih kemerdekaannya. Bagi rakyat Palestina, perdamaian tanpa kemerdekaan adalah absurd, semu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....