Asal Mula Tradisi Penukaran Uang Baru Lebaran

  • 13 Mar 2026 08:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ramainya masyarakat melakukan penukaran uang baru di minggu terakhir ramadan adalah hal yang biasa ditemukan di tanah air. Menukarkan uang lama menjadi uang baru sebelum dibagikan pada kerabat saat Idulfitri menjadi tradisi di masyarakat Indonesia.

Namun sejak kapan tradisi penukaran uang ini ada di Indonesia yang masih bertahan hingga saat ini. Bukan hanya di kota namun juga hingga di desa tradisi ini masih banyak dilakukan.

Mengutip dari berbagai sumber, sejarah mencatat bahwa berbagai uang baru saat Idulfitri sudah ada sejak abad 16. Pada masa itu Kerajaan Mataram Islam memiliki kebiasaan memberikan uang baru sebagai hadiah pada anak-anak dan pengikutnya.

Hal ini seperti yang dikatakan pakar Antropologi FISIP UNAIR Djoko Adi Prasetyo beberapa catatan sejarah Kerajaan Mataram Islam, budaya ini sudah terjadi pada abad ke-16 hingga ke-18. "Para raja dan bangsawan biasa memberikan uang baru sebagai hadiah kepada anak-anak para pengikutnya saat Idul Fitri," mengutip kata Joko dalam pernyataan di UNAIR News.

Lebih lanjut Joko mengatakan "Hadiah uang baru tersebut mereka bagikan sebagai bentuk rasa syukur. Khususnya terkait keberhasilan mereka dalam menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh".

Meski demikian tradisi menukar uang rupanya tidak hanya dilakukan di Indonesia namun juga pernah dilakukan di Timur Tengah. Mulai dari masa Dinasti Fatimiyah pada tahun 909 hingga 1107 masehi hingga kekuasaan Ottoman.

Meskipun semakin canggih dan modern transaksi keuangan saat ini namun tradisi pemberian uang baru saat hari raya masih diminati. Walau sebagaian generasi Z yang memilih pemberian uang diberikan secara digital namun tidak mengurangi tradisi tersebut.

Muhimmah seorang gadis berusia 18 tahun mengatakan ia siap menerima uang dalam bentuk apapun. Menurutnya, baik uang tunai atau uang digital tidak masalah karena tidak mengurangi rasa dari tradisi bagi uang lebaran.

"Aku sih biasanya kalau lebaran masih dikasih THR (Tunjangan Hari Raya) dari keluarga uang cash yang baru tapi kan sekarang jaman digital ya, jadi kalau ngga dapet uang baru ya ngga apa-apa aku di transfer aja. Kan yang penting ttradisi berbagi uang saat lebarannya ngga ilang," kata Muhimmah saat ditemui RRI, Kamis 12 Maret 2026.

Rekomendasi Berita