Panduan Lengkap Membayar Zakat Fitrah Beserta Niat dan Doanya
- 12 Mar 2026 20:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang ditunaikan pada bulan Ramadan hingga menjelang pelaksanaan salat Idulfitri. Ibadah ini memiliki tujuan menyucikan jiwa setelah berpuasa serta membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kewajiban zakat fitrah ini berlaku bagi seluruh Muslim tanpa membedakan usia maupun jenis kelamin. Ketentuan tersebut bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadan, sebanyak satu sha' (takaran) dari kurma atau gandum bagi setiap orang. Baik laki-laki atau perempuan, anak-anak maupun orang dewasa, dari setiap muslim." (HR Bukhari dan Muslim)
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memahami tata cara membayar zakat fitrah sebelum menunaikan kewajiban tersebut. Pemahaman ini penting agar pelaksanaan zakat fitrah sesuai ketentuan syariat Islam.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan ketika menunaikan zakat fitrah pada bulan Ramadan.
1. Menentukan Besaran Zakat
Langkah pertama adalah memastikan besaran zakat fitrah yang akan dikeluarkan sebelum disalurkan kepada penerima. Zakat fitrah ini dapat diberikan dalam bentuk makanan pokok maupun dalam bentuk uang.
Apabila dibayarkan menggunakan makanan pokok seperti beras atau gandum, jumlahnya sebesar satu sha’. Takaran tersebut setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram untuk setiap orang.
Namun, jika memilih menunaikan zakat dalam bentuk uang, nominalnya disesuaikan dengan harga bahan pokok setempat. Penentuan nilai tersebut biasanya merujuk pada ketetapan lembaga zakat atau otoritas keagamaan di wilayah masing-masing.
2. Menyalurkan Zakat kepada Penerima yang Berhak
Setelah menentukan besaran zakat, langkah berikutnya adalah menyalurkannya kepada golongan yang berhak menerima zakat. Dalam ajaran Islam, penerima zakat dikenal sebagai delapan golongan atau asnaf zakat.
Dalam pelaksanaannya, fakir dan miskin menjadi kelompok yang diprioritaskan untuk menerima zakat fitrah. Penyalurannya juga dapat dilakukan melalui amil zakat di masjid maupun lembaga pengelola zakat resmi.
3. Membaca Niat Saat Membayar Zakat Fitrah
Niat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan setiap ibadah, termasuk ketika menunaikan zakat fitrah. Niat tersebut cukup dihadirkan dalam hati ketika seseorang menyerahkan zakat kepada amil atau penerima.
4. Membaca Doa Setelah Menunaikan Zakat Fitrah
Setelah zakat fitrah disalurkan, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut dipanjatkan dengan harapan zakat yang diberikan diterima serta membawa keberkahan.
Selain secara langsung, pembayaran zakat fitrah kini juga dapat dilakukan melalui layanan daring. Cara ini memudahkan masyarakat menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga pengelola zakat resmi, berikut langkah nya:
- Buka laman resmi Baznas.go.id melalui peramban internet.
- Pilih menu 'Bayar Zakat' yang tersedia pada halaman utama situs tersebut.
- Tentukan jenis dana zakat lalu pilih kategori 'Zakat Fitrah'.
- Masukkan jumlah jiwa yang akan dibayarkan zakatnya hingga nominal muncul secara otomatis.
- Isi identitas pembayar zakat berupa nama lengkap dan pilih kategori jenis kelamin.
- Masukkan nomor telepon serta alamat surat elektronik untuk melanjutkan proses pembayaran.
- Klik menu 'Pilih Pembayaran', kemudian tentukan metode pembayaran yang tersedia.
- Bacalah niat zakat fitrah sebelum menyelesaikan proses pembayaran pada laman tersebut.
- Klik tombol 'Bayar' lalu selesaikan proses transaksi sesuai metode pembayaran yang dipilih.
Setelah memahami tata cara pembayaran zakat fitrah, umat Islam juga perlu mengetahui bacaan niat ketika menunaikannya. Berikut beberapa bacaan niat zakat fitrah yang dapat dibaca untuk diri sendiri maupun anggota keluarga yang menjadi tanggungan.
1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Artinya: “Saya berniat menunaikan zakat fitrah untuk diri sendiri sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.”
2. Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ...فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat menunaikan zakat fitrah untuk... (nama keluarga) sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.”
3. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: “Saya berniat menunaikan zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala.”
Usai membaca niat, umat Islam dianjurkan memanjatkan doa ketika menunaikan zakat fitrah. Doa ini menjadi ungkapan harapan agar zakat yang diberikan diterima serta membawa keberkahan.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami. Sungguh Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Dengan memahami tata cara, niat, dan doa zakat fitrah, umat Islam diharapkan dapat menunaikan kewajiban tersebut secara benar. Zakat fitrah juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial serta berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri.