Makanan yang Sebaiknya Dihindari aaat Sahur agar Puasa Tetap Sehat
- 12 Mar 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Puasa dapat memberikan manfaat bagi kesehatan apabila diimbangi dengan asupan nutrisi seimbang serta aktivitas fisik yang rutin. Namun, sebagian orang masih mengabaikan hal tersebut sehingga tubuh mudah lemas dan rentan terkena penyakit musiman.
Selain memperhatikan menu berbuka, kebiasaan mengonsumsi makanan sehat saat sahur juga sangat penting untuk diperhatikan. Asupan makanan yang tepat membantu tubuh tetap bertenaga sehingga ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih lancar.
Dilansir dari laman Halodoc, makanan dengan rasa asin sebaiknya dibatasi ketika sahur karena tidak memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Kandungan natrium yang tinggi dalam makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus memicu rasa haus sepanjang hari.
Makanan tinggi garam dapat ditemukan dalam berbagai jenis, seperti makanan kalengan, acar, kuaci, maupun kacang yang diasinkan. Selain itu, penggunaan garam serta penyedap rasa berlebihan dalam masakan juga sebaiknya dikurangi saat menyiapkan menu sahur.
Selain makanan asin, makanan pedas juga sebaiknya dibatasi atau bahkan dihindari ketika mengkonsumsi sahur. Rasa pedas dapat memicu rasa haus lebih cepat serta berisiko meningkatkan produksi asam lambung.
Kondisi tersebut tentu kurang baik terutama bagi seseorang yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti maag. Konsumsi makanan pedas saat sahur juga dapat menyebabkan perut terasa tidak nyaman hingga memicu sakit perut.
Minum kopi saat sahur juga tidak disarankan karena memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kandungan tertentu dalam kopi juga merangsang kerja usus besar sehingga proses pembuangan menjadi lebih cepat.
Selain itu, makanan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana juga perlu dibatasi karena dapat memengaruhi sistem pencernaan. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan gandum lebih dianjurkan karena membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.