Mi Instan saat Sahur, Ketahui Risiko dan Cara Mengonsumsinya dengan Sehat

  • 12 Mar 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sahur merupakan waktu makan penting sebelum berpuasa yang tidak seharusnya dilewatkan oleh setiap orang muslim. Namun banyak orang merasa sulit bangun dini hari, terutama ketika harus menyiapkan makanan terlebih dahulu.

Makanan instan seperti mi instan sering menjadi pilihan praktis ketika seseorang tidak sempat memasak menu sahur. Dari sudut pandang kesehatan, mi instan dinilai kurang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara seimbang.

Dilansir dari laman Halodoc, mi instan umumnya hanya menyediakan kalori serta karbohidrat tanpa kandungan nutrisi lengkap. Padahal saat berpuasa tubuh memerlukan asupan nutrisi seimbang agar tetap bertenaga selama menjalani aktivitas harian.

Mi instan memang terkenal lezat, mengenyangkan, serta sangat mudah dimasak dalam waktu singkat bagi banyak orang. Oleh karena itu menu sahur sebaiknya tetap mengandung serat, vitamin, mineral, protein, serta lemak sehat.

Mi instan sebenarnya memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi tetapi relatif rendah protein dan serat makanan. Padahal protein membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama serta mengurangi kemungkinan lapar saat puasa berlangsung.

Banyak produk mi instan juga mengandung monosodium glutamat atau MSG serta kadar garam cukup tinggi. Sejumlah penelitian menyebut konsumsi MSG berlebihan dapat berkaitan dengan kenaikan berat badan, sakit kepala, dan mual.

Pada dasarnya mi instan kerap dianggap makanan darurat ketika seseorang membutuhkan kalori secara cepat dalam waktu singkat. Namun mengkonsumsinya saat sahur berpotensi membuat tubuh cepat lemas sebelum waktu berbuka tiba nanti mungkin.

Dalam kondisi mendesak mi instan masih dapat dikonsumsi saat sahur dengan menambahkan sayuran bergizi segar. Tambahkan juga sumber protein seperti telur, ayam, ikan, atau daging agar nilai gizi lebih seimbang.

Rekomendasi Berita