Kapan Waktu Terbaik Memulai Iktikaf Ramadan?
- 11 Mar 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang akhir Ramadan, banyak umat Islam mulai bertanya mengenai waktu terbaik memulai ibadah iktikaf. Pertanyaan ini muncul karena iktikaf memiliki waktu yang lebih utama dibanding pelaksanaannya pada hari biasa.
Iktikaf merupakan ibadah sunnah yang dilakukan dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini biasanya dilakukan dengan memperbanyak zikir, doa, serta membaca Al-Qur’an.
Menurut Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh al-Sunnah, iktikaf berarti menetap atau berdiam diri di suatu tempat. Dalam pengertian syariat, iktikaf adalah berdiam di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT.
Ulama fikih menjelaskan bahwa iktikaf bertujuan memfokuskan hati kepada Allah. Iktikaf dilakukan dengan menetap di masjid dalam jangka waktu tertentu.
Dasar pelaksanaan iktikaf juga terdapat dalam sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat sahabat Abu Hurairah disebutkan Rasulullah rutin beriktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Hadis tersebut juga diriwayatkan oleh ulama hadis terkenal, Muhammad al-Bukhari. Dalam riwayat itu dijelaskan Rasulullah melakukan iktikaf selama sepuluh hari setiap Ramadan.
Para ulama menjelaskan waktu paling utama melakukan iktikaf adalah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Waktu ini dipilih karena terdapat kemungkinan besar terjadinya malam Lailatul Qadar.
Sepuluh malam terakhir Ramadan dimulai pada malam ke-21 bulan Ramadhan. Karena itu, banyak umat Islam mulai melaksanakan iktikaf sejak malam tersebut.
Ulama menjelaskan sepuluh malam terakhir dimulai setelah matahari terbenam pada hari ke-20 Ramadan. Artinya, iktikaf biasanya dimulai saat memasuki malam ke-21 Ramadhan.
Banyak umat Islam mulai memasuki masjid setelah salat Magrib atau Isya. Sejak saat itu mereka menetap di masjid untuk memperbanyak ibadah.
Iktikaf biasanya dilakukan hingga malam terakhir Ramadan sebelum Idulfitri. Selama periode ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan mengurangi aktivitas duniawi.
Niat Melakukan Iktikaf
Seperti ibadah lainnya, iktikaf juga diawali dengan niat. Niat menandakan bahwa seseorang berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT.
Berikut bacaan niat iktikaf:
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيْهِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi mā dumtu fīhi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya niat iktikaf di masjid ini selama berada di dalamnya sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta’ala.”
Dalam mazhab Syafi’i, niat tersebut cukup dibaca dalam hati ketika seseorang memasuki masjid. Yang terpenting adalah adanya kesadaran bahwa ia berada di masjid untuk beribadah.
Dengan memahami waktu terbaik memulai iktikaf, umat Islam dapat mempersiapkan diri sejak awal. Ibadah ini pun diharapkan membantu meraih keutamaan malam Lailatul Qadar di akhir Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....