Mengenal Waktu dan Tanda Malam Lailatul Qadar

  • 11 Mar 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Salah satu keutamaan yang paling dinantikan umat Muslim selama bulan suci Ramadhan adalah kesempatan meraih malam Lailatul Qadar. Banyak ulama berpendapat bahwa malam istimewa ini terjadi pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, berbagai mushala dan masjid biasanya menggelar kegiatan i’tikaf, seperti shalat malam dan berdzikir. Semua amalan tersebut dilakukan dengan harapan dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Namun, Allah SWT merahasiakan secara pasti kapan malam mulia itu terjadi. Para ulama memang memberikan sejumlah perkiraan waktu, tetapi penjelasan tersebut hanya sebatas prediksi.

Jika diibaratkan, malam Lailatul Qadar seperti permata indah yang tersimpan di tempat sangat tersembunyi. Banyak orang menginginkannya, tetapi keberadaannya hanya bisa diperkirakan.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalang darinya, sungguh ia terhalang dari segala kebaikan. Dan tidak ada yang terhalang darinya kecuali orang yang benar-benar terhalang dari kebaikan.” (HR Ibnu Majah).

Dilansir NU Online, meski waktu kedatangannya dirahasiakan, para ulama tetap berusaha memperkirakan kapan malam Lailatul Qadar terjadi melalui ijtihad. Pendapat mereka bisa dijadikan rujukan, walaupun tidak dapat dipastikan sepenuhnya.

Imam Ibnu Hajar al-Atsqalani bahkan menghimpun sedikitnya 45 pendapat tentang waktu terjadinya malam tersebut. Ia menilai pendapat yang paling kuat menyebut Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Selain melalui prediksi ulama, sebagian orang juga mencoba mengenali malam Lailatul Qadar lewat tanda-tanda alam yang disebutkan beberapa hadits Nabi. Beberapa ciri yang sering disebut antara lain:

  • Pada pagi harinya, sinar matahari tidak terasa terlalu panas dan udara terasa sejuk. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Muslim.
  • Pada malam hari, langit tampak cerah tanpa awan, suasana terasa tenang, dan udara tidak terlalu panas maupun dingin.

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dengan sinar yang tidak terlalu terang dan tampak kemerah-merahan.” (HR Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Meski demikian, tanda-tanda alam tersebut tidak bisa dijadikan patokan pasti untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Ibnu Hajar al-Atsqalani menjelaskan, gejala alam itu justru terlihat setelah malam Lailatul Qadar berlalu, bukan sebelum atau saat malam tersebut berlangsung.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadhan tanpa menunggu kepastian waktunya. Dengan begitu, peluang untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar akan semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....