Kisah Inspiratif saat Rasulullah Menyaksikan Keindahan Malam Lailatul Qadar
- 08 Mar 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam penuh kemuliaan yang sangat dinantikan umat Islam setiap Ramadan. Dalam sejumlah riwayat, terdapat kisah inspiratif tentang Rasulullah SAW merasakan keindahan spiritual saat menghidupkan malam istimewa tersebut.
Keutamaan Lailatul Qadar disebutkan dalam Al-Qur'an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah ketika memasuki akhir Ramadan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.
“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).
Dilansir dari NU.or.id, salah satu kisah yang sering diceritakan berkaitan dengan malam Lailatul Qadar terjadi ketika Rasulullah melakukan i’tikaf. Pada malam itu beliau beribadah bersama para sahabat dengan salat dan doa sepanjang malam di masjid.
Langit saat itu tampak mendung dan angin berhembus cukup kencang di sekitar masjid. Malam tersebut diyakini oleh sebagian riwayat terjadi pada malam ke-27 Ramadan.
Ketika Rasulullah dan para sahabat sedang sujud dalam salat, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Air hujan bahkan masuk ke dalam masjid yang pada masa itu belum memiliki atap.
Sebagian sahabat sempat ingin meninggalkan tempat salat untuk berteduh dari hujan. Namun mereka mengurungkan niat setelah melihat Rasulullah tetap sujud dengan khusyuk.
Air hujan terus membasahi tubuh Rasulullah dan para sahabat yang berada di dalam masjid. Meski demikian, beliau tetap melanjutkan ibadah tanpa beranjak dari tempatnya.
Rasulullah terlihat tenggelam dalam sujud yang panjang dan penuh ketenangan. Para sahabat merasakan suasana spiritual yang sangat mendalam pada malam tersebut.
Beberapa sahabat bahkan mulai menggigil karena dinginnya hujan yang turun sepanjang malam. Namun mereka tetap mengikuti Rasulullah dalam beribadah dengan penuh kesabaran.
Setelah salat selesai dan Rasulullah mengangkat kepalanya dari sujud, hujan perlahan berhenti. Suasana malam kembali tenang setelah ibadah yang penuh keikhlasan itu.
Salah seorang sahabat, Anas bin Malik, kemudian bergegas ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah. Namun Rasulullah menolaknya dan meminta para sahabat tetap bersama meski dalam keadaan basah.
Kisah tersebut menunjukkan kesungguhan Rasulullah dalam menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah. Teladan ini menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya.
Dengan memperbanyak ibadah dan doa, umat Muslim berharap dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Malam penuh rahmat tersebut diyakini membawa ampunan dan pahala besar bagi mereka yang menghidupkannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....