Jangan Keliru, Kenali Tanda Kurma yang Sudah Tidak Layak Konsumsi
- 06 Mar 2026 11:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kurma dikenal sebagai buah manis yang kaya nutrisi dan sering dikonsumsi masyarakat, terutama saat bulan Ramadan. Selain rasanya yang lezat, kurma juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Namun, tidak semua kurma yang beredar di pasaran masih berada dalam kondisi segar dan aman dikonsumsi. Kurma yang sudah rusak atau basi, justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika tetap dikonsumsi.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai tanda kurma yang sudah tidak layak konsumsi. Dengan mengenali ciri-cirinya, risiko gangguan pencernaan maupun keracunan makanan dapat dihindari sejak awal.
Berikut beberapa tanda kurma yang sudah tidak layak dikonsumsi dan perlu diwaspadai sebelum dimakan:
- Mengeluarkan aroma asam atau tengik
Kurma segar biasanya memiliki aroma manis lembut yang menyerupai madu atau karamel dan terasa menyenangkan. Jika kurma mengeluarkan bau asam, tengik, atau menyengat, kondisi tersebut menandakan proses pembusukan sudah terjadi.
Kondisi ini seringkali akibat kontaminasi bakteri atau jamur yang merusak kualitas buah. Mengabaikan aroma yang mencurigakan dan memilih tetap mengonsumsi kurma, dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti masalah pencernaan hingga keracunan makanan.
- Tercium aroma fermentasi atau alkohol
Kurma yang mulai rusak juga dapat mengeluarkan bau menyerupai alkohol akibat proses fermentasi gula alami. Proses ini dipicu aktivitas mikroorganisme yang mengubah kandungan gula menjadi senyawa asam dan alkohol.
Fermentasi yang tidak terkontrol ini membuat kurma tidak lagi aman untuk dikonsumsi karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Jika saat kemasan dibuka tercium aroma masam, tajam, atau seperti bau alkohol, itu pertanda kurma sudah mulai membusuk.
- Terdapat jamur di permukaan buah
Kemunculan jamur pada permukaan kurma menjadi tanda jelas bahwa buah tersebut sudah tidak aman dikonsumsi. Jamur pada kurma biasanya tampak seperti bercak putih, hijau, abu-abu, atau hitam dengan tekstur lembut menyerupai kapas.
Jamur biasanya muncul ketika kurma disimpan pada tempat lembap dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Kondisi tersebutlah memicu pertumbuhan mikroorganisme yang merusak kualitas kurma secara perlahan.
Penting membedakan jamur dengan kristal gula yang kadang muncul pada permukaan kurma kering. Jamur bertekstur lembut dan berbulu, sedangkan kristal gula berbentuk keras serta dapat larut saat terkena panas.
- Tekstur berubah menjadi lembek atau berlendir
Kurma segar umumnya memiliki tekstur kenyal dan padat ketika disentuh atau digigit. Jika buah terasa sangat lembek, berlendir, atau mengeluarkan cairan, kondisi tersebut menandakan kualitasnya sudah menurun.
Tekstur yang terlalu lengket, berlendir, atau hancur saat ditekan mengindikasikan adanya aktivitas mikroba atau proses pembusukan dari dalam daging buah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pertumbuhan bakteri atau jamur yang merusak struktur sel kurma.
- Tekstur terlalu kering dan keras
Beberapa jenis kurma memang cenderung kering, namun tekstur yang sangat keras dapat menandakan masa simpannya terlalu lama. Kurma yang kehilangan kelembapan secara berlebihan biasanya terasa hambar dan kualitas rasanya sudah menurun.
- Mengalami perubahan warna yang tidak wajar
Kurma yang masih baik umumnya memiliki warna seragam sesuai jenisnya, seperti cokelat tua atau kemerahan. Perubahan warna yang terlalu gelap, kusam, atau muncul bercak tidak merata bisa menjadi tanda kerusakan.
Untuk itu, selalu periksa warna kurma secara teliti sebelum membeli atau menyantapnya agar memastikan kesegarannya. mengonsumsi kurma yang telah mengalami penurunan kualitas atau proses pembusukan.
- Rasa berubah menjadi pahit atau asam
Kurma segar cenderung memiliki rasa manis alami yang menjadi ciri khas buah tersebut. Jika rasa kurma berubah menjadi pahit, asam, atau tidak biasa, sebaiknya tidak dilanjutkan untuk dikonsumsi.
Rasa manis alami kurma dapat berubah menjadi rasa tidak enak bahkan sulit diterima saat kualitas buah menurun. Oleh karena itu, kurma dengan rasa yang berubah sebaiknya segera dibuang untuk mencegah risiko gangguan pencernaan.
Selain ciri-ciri di atas, masyarakat juga perlu memperhatikan kemungkinan adanya serangga atau hama pada kurma yang disimpan lama. Untuk memastikan keamanannya, kurma sebaiknya dibelah terlebih dahulu sebelum dimakan.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu memastikan kurma masih dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi. Dengan begitu, manfaat nutrisi dari buah kurma tetap dapat diperoleh tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....