Simak Tanda-Tanda Datangnya Lailatul Qadar
- 05 Mar 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Lailatul Qadar adalah salah satu malam paling istimewa dalam ajaran Islam yang terjadi pada bulan Ramadan. Malam ini diyakini sebagai waktu turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dan memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam.
Secara bahasa, Lailatul Qadar berasal dari kata “lailah” yang berarti malam dan “qadr” yang berarti kemuliaan atau ketetapan. Istilah tersebut sering dimaknai sebagai malam kemuliaan atau malam ketika Allah menetapkan berbagai urusan bagi manusia.
Keistimewaan malam ini dijelaskan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Qadr yang menyebut Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah pada waktu biasa.
Waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti dalam ajaran Islam. Namun, sebagian ulama menyebut kemungkinan terbesar Lailatul Qadar terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan yakni malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, atau ke-29.
Karena keutamaannya, umat Islam tentu ingin berlomba-lomba memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Mengingat jumlah pahala serta ampunan akan berlipat ganda nilainya.
Lalu, apa tanda-tanda agar kita tahu jika suatu malam itu menjadi malam jatuhnya Lailatul Qadar?. Beberapa hadis menyebut beberapa tanda yang diyakini berkaitan dengan datangnya Lailatul Qadar.
Salah satunya yakni hadis riwayat Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi yang menjelaskan bahwa cuaca saat Lailatul Qadar terasa sejuk, tidak panas dan tidak ada hujan. Selain itu, cahaya matahari di pagi hari juga terasa lembut dan tidak terlalu panas menyengat.
"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361).
Namun sejatinya, Lailatul Qadar tidak menjadi satu-satunya waktu yang digunakan untuk memperbanyak ibadah. Yang lebih penting adalah beribadah dengan ikhlas, memperbanyak doa, dzikir, dan amal kebaikan kapanpun sambil tetap berharap kepada Allah untuk diberi kesempatan meraih malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....