Atas Petunjuk Imam Mahdi, Begini Sejarah Masjid Jamkaran Iran
- 03 Mar 2026 15:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Masjid Jamkaran menjadi salah satu situs religius yang dikenal luas di kalangan Syiah. Masjid yang berada di Qom, Iran ini diyakini dibangun atas petunjuk Imam Mahdi melalui peristiwa yang dialami Hasan bin Muthlih Jamkarani.
Lalu, bagaimana sebenarnya sejarah Masjid Jamkaran dan seperti apa kisah asal usul berdirinya? Mengutip berbagai sumber, berikut ulasannya.
Masjid Jamkaran yang terletak di pinggiran Qom, Iran. Masjid tersebut bukan sekadar masjid biasa, melainkan tempat ziarah penting dalam tradisi Syiah. Tempat ini memiliki sejarah panjang dan penuh makna spiritual.
Mengutip situs Ahlul Bayt DILP, salah satu kisah yang paling dikenal tentang masjid ini adalah asal usul pembangunannya. Diyakini terjadi atas petunjuk langsung dari Imam Mahdi, sosok imam ke-12 yang diyakini akan datang di akhir zaman.
Menurut catatan sejarah, peristiwa itu bermula ketika seorang tokoh bernama Hasan bin Muthlih Jamkarani bermimpi. Dalam mimpinya tersebut ia bertemu dengan Imam Mahdi.
Dalam mimpi itu, ia diperintahkan untuk menyiapkan lahan suci untuk dibangun sebuah masjid. Yaitu sebagai tempat ibadah dan ziarah.
Tak lama setelah mimpi tersebut, pembangunan Masjid Jamkaran pun dimulai sekitar tahun 1002-1003 Masehi. Pembangunan ini berdiri di lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian.
Lahan itu kemudian dibebaskan dari pengolahan komersial. Dan dialihkan sepenuhnya untuk pembangunan masjid dengan bantuan pemilik tanah saat itu.
- Masjid Jamkaran Masih Berdiri Hingga Saat Ini
Seiring berjalannya waktu. Bahkan Masjid Jamkaran berkembang menjadi kompleks besar yang tidak hanya dipakai untuk ibadah sehari-hari, tetapi juga menjadi tujuan ziarah.
Di luar bangunan utama, terdapat pula sumur yang dikenal sebagai "Sumur Permintaan". Yaitu tempat peziarah melemparkan doa atau harapan ke dalamnya sebagai simbol permohonan kepada Imam Mahdi.
Selain itu, Selasa malam adalah waktu yang istimewa di Masjid Jamkaran. Ribuan peziarah akan berkumpul di kompleks ini setiap Selasa malam untuk berdoa, dan memanjatkan harapan.
Kompleks ini juga menyediakan fasilitas sosial seperti pembagian makan malam gratis. Yang menjadi bagian dari kegiatan komunitas di tempat suci tersebut.
Hingga kini, Masjid Jamkaran terus mengalami renovasi dan perluasan untuk menampung jumlah pengunjung yang besar. Masjid ini memiliki beberapa aula yang digunakan untuk peringatan khas Muslim Syiah yang disebut Hussainias, hotel, dan pasar.
Masjid ini akhirnya tak hanya menjadi pusat keagamaan tetapi juga simbol kebersamaan umat dalam tradisi Syiah. Maka, masjid tersebut merupakan salah satu masjid yang paling favorit di tanah air.
- Keindahan Arsitektur Masjid Jamkaran
Masjid Jamkaran disebut sebagai salah satu keajaiban arsitektur Islam. Bangunannya menggabungkan gaya tradisional Persia dengan beberapa sentuhan modern sehingga terlihat indah.
Masjid ini memiliki halaman luas, ruang salat besar, dan hiasan yang rumit. Yang semuanya mencerminkan kekayaan budaya Iran dan Islam.
Masjid dihiasi dengan kubah dan menara. Kubah utama berwarna biru pirus, berdiri megah di tengah, melambangkan surga dan keilahian. Menara-menara tinggi dihiasi pola geometris dan ayat-ayat Al-Quran. Berfungsi sebagai penanda waktu salat dan simbol iman.
Bagian dalam masjid juga luas, dapat menampung ribuan jamaah. Ruang salat utama tenang, dengan langit-langit tinggi dan lampu gantung yang memancarkan cahaya lembut.
Dinding dan langit-langit dihiasi ubin mosaik dan ukiran plesterdengan motif bunga serta ayat Al-Quran. Menciptakan suasana hening dan khusyuk.
Setiap bagian masjid punya makna simbolis. Warna biru dan pirus melambangkan kedamaian dan ketenangan spiritual.
Kaligrafi dan desain geometris mewakili keagungan ciptaan Allah. Bagian mihrab, ceruk yang menunjukkan arah Mekah, dihiasi indah dan menjadi pusat spiritual tempat imam memimpin salat.
| Baca juga: Simak Sejarah Pelaksanaan Puasa Ramadan |
- Alasan Bendera Merah Dikibarkan di Masjid Jamkaran
Setelah membahas sejarah dan keindahan Masjid Jamkaran, ada kabar terbaru yang membuat masjid ini kembali menjadi sorotan. Pada awal Maret 2026, Iran mengibarkan bendera merah di atas kubah Masjid Jamkaran, yang dikenal sebagai tempat ziarah Syiah.
Pengibaran bendera merah ini terjadi setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas. Disebutkan juga bahwa pengibaran bendera merah Iran dilakukan di tengah prosesi pemakaman Khamenei.
Bendera merah itu menjadi simbol pembalasan terhadap AS dan Israel. Seperti tertulis dalam akun Instagram resmi masjid @Jamkaran_ir., Minggu, 1 Maret 2026.
"Pengibaran bendera 'Ya Lazarat al-Hussein' di atas kubah ambang suci Masjid Jamkaran dalam mencari darah. Dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis," jelas keterangan unggahan tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan kematian Khamenei. Tewasnya pemimpin Iran tersebut diakibatkan karena serangan Israel dan AS di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
"Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, ia telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu, 1 Maret 2026. Sementara itu, Iran juga mengonfirmasi kematian Khamenei dan mengumumkan masa berkabung selama 40 hari.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa selain menjadi pusat ibadah dan ziarah. Masjid Jamkaran juga menjadi simbol penting dalam konteks sejarah dan politik bagi komunitas Syiah di Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....