Menag Nasaruddin Umar Kenang Masa Kecil Jadi Imam Tarawih sejak SD
- 28 Feb 2026 21:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenang masa kecilnya yang penuh kenangan saat menceritakan pengalaman Ramadan. Ia menyebut hal paling menyenangkan baginya yakni menjadi imam sejak usia sekolah dasar di kampungnya.
Sejak kecil, ia mengaku sudah mulai menghafal Al-Quran dan dipercaya menjadi imam tarawih. “Memang dari kecil mulai menghafal Al-Quran ya, jadi masih kecil anak SD itu sudah menjadi imam tarawih di kampung,” kata Nasaruddin saat podcast di Pro3 Siniar, Jakarta, Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain itu, ia juga pernah menjadi juara tingkat kecamatan dalam ajang MTQ pada masa itu. Setiap Ramadhan, ia mengaku aktif berceramah karena tergabung dalam tim dakwah pondok pesantren.
| Baca juga: Menag Tegaskan Zakat Tak untuk MBG |
Imam besar Masjid Istiqlal ini juga menceritakan pengalaman lucu ketika dirinya masih SD dan diutus berdakwah ke desa lain. Pendampingnya dari kecamatan tersebut menunggang kuda, sementara dirinya berjalan kaki menempuh perjalanan jauh.
Saat rombongan tiba di kepala desa, warga justru mengira pendampingnya sebagai penceramah karena menunggang kuda. Sebab, warga tidak percaya dirinya menjadi penceramah karena usianya masih sangat kecil.
“Dikiranya Ustadznya itu adalah yang di atas. Saya naik di atas pembatasan sawah itu 4 kilo jalan, mandi keringat, yang pendamping saya naik kuda,” ucapnya sambil tertawa mengingat kejadian kesalah pahaman itu.
Meski masih kecil, ia mengaku dakwahnya mampu memukau masyarakat setempat. Selain berdakwah, ia juga menghafal Al-Quran hingga malam hari, bahkan sampai menginap di masjid.
“Malam menghafal Al-Quran, jadi saya nginapnya di masjid, masjid itu kan enak listriknya. Kalau di kampung kan pakai lampu yang pakai minyak begitu, susah belajar, jadi rumah itu hanya numpang mandi tapi tidurnya di masjid,” ujarnya.
Ia juga menuturkan pernah merasa sangat malu setelah keliru membaca pelajaran Nahwu dan Sharaf di sekolah, hingga memilih tidak masuk selama sebulan. Namun setelah belajar intensif bersama guru, ia berhasil menguasai pelajaran dan tidak pernah lagi meraih peringkat kedua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....