Ulama Kemenag Tegaskan Manusia Sebagai Khalifah Bertugas Memakmurkan Bumi
- 27 Feb 2026 13:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis Muhammad Hanafi, menegaskan manusia diciptakan sebagai khalifah. Ia menjelaskan bahwa, menjadi khalifah berarti memakmurkan bumi dan seluruh isinya.
“Menjadi khalifah berarti memakmurkan bumi, itu tertuang dalam Surah Hud ayat 61. Disebutkan bahwa Allah menjadikan kamu pemakmurnya, itu berarti menanam, merawat, memperbaiki, bukan merusak," ujar Muchlis dalam program Syiar Ramadan Jelang Imsak Pro3 RRI, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, konsep memakmurkan mencakup upaya menjaga keseimbangan alam dan kehidupan. Setiap bentuk perawatan terhadap lingkungan bernilai ibadah dalam pandangan Islam.
| Baca juga: Keutamaan Bersedekah di Bulan Suci Ramadan |
Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan menanam pohon. “Tidaklah seorang Muslim menanam pohon, lalu dimakan oleh manusia, burung, atau hewan, kecuali menjadi sedekah baginya," kata Muchlis.
Bahkan, lanjut dia, Islam mengajarkan optimisme ekologis hingga akhir kehidupan. “Jika kiamat akan terjadi sementara di tanganmu ada benih atau batang pohon, maka tanamlah," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kepedulian lingkungan merupakan bagian dari cabang keimanan. Menanam pohon, mengurangi sampah, dan menjaga kebersihan adalah wujud nyata iman.
Menurutnya, krisis iklim bukan sekadar persoalan ilmu pengetahuan dan teknologi. Krisis tersebut berakar pada krisis nilai serta keserakahan manusia.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri" ucap Muchlis mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11. Muchlis mengatakan bahwa ayat tersebut menegaskan perubahan ekologis harus diawali perubahan spiritual.
Ia mengajak umat memulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menghemat air, mengurangi konsumsi berlebihan, dan mendidik anak mencintai alam adalah bagian tanggung jawab.
"Menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, mendidik anak-anak mencintai alam. Karena bumi yang kita warisi dalam keadaan hijau dan indah, jangan sampai kita wariskan kepada generasi mendatang dalam keadaan kering dan rusak," ujarnya.
Muchlis menekankan bahwa ibadah tidak berhenti di atas sajadah semata. Ibadah berlanjut dalam cara manusia memperlakukan air, tanah, udara, dan pepohonan.
"Menjadi khalifah berarti menjaga amanah dan itu kelak akan dipertanggungjawabkan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga ramah terhadap bumi," ucap Muchlis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....