Kurma Asal Israel, Kenali Ciri-cirinya

  • 26 Feb 2026 11:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Memasuki bulan Ramadan, permintaan kurma di Indonesia meningkat tajam. Beragam produk kurma impor pun mulai membanjiri pasar, dari swalayan hingga toko daring.

Kurma didatangkan dari berbagai negara produsen di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Mulai dari Arab Saudi, Tunisia, Mesir, dan Yordania.

Israel juga menjadi salah satu yang mendistribusikan kurma, biasanya agar tidak terdeteksi mereka melakukan pengemasan ulang di negara ketiga. Israel mengekspor kurma ke pasar global lebih dulu, sebelum diedarkan, sehingga label ‘Made in Israel’ diganti.

Kurma yang biasanya diproduksi adalah jenis Medjool. Banyak kurma Medjool di pasar berasal dari perkebunan penjajahan atau pemukiman ilegal yang dibangun Israel di tanah Palestina.

Masyarakat Indonesia diimbau lebih teliti sebelum membeli. Salah satunya dengan memastikan produk tidak berasal dari Israel.

Berikut beberapa ciri yang bisa membantu untuk mengenali kurma yang berasa dari Israel. Dikutip dari laman Boycott, Divestment, Sanction (BDS) dan Islamic Human Right Commision:

1. Kode Barcode 729

Sebelum membeli alangkah baiknya memeriksa barcode pada kemasan kurma,. Kurma yang berasal dari Israel memiliki barcode yang dimulai dengan angka 729.

Kode ini menandakan bahwa produk tersebut berasal dari Israel. Biasanya tercetak di bagian belakang pada kemasan.

2. Perusahaan Eksportir Kurma

Periksa keterangan perusahaan eksportir pada kemasan kurma. Waspadai nama-nama, antara lain Hadiklaim, Carmel Agrexco, Mehadrin dan Medjool Plus.

Nama-nama tersebut sudah pasti produk yang berasal dari Israel. Produk Israel sering kali menyamarkan asal-usul dengan label ‘Made in the West Bank’ atau ‘Made in the Jordan Valley.’

3. Jenis Kurma Medjool

Umumnya Israel memproduksi kurma berjenis Medjool. Diketahui, sekitar 60 hingga 70 persen pangsa pasar global dengan kurma jenis Medjool di produksi oleh Israel.

Namun perlu diingat tidak semua kurma Medjool berasal dari Israel. Medjool juga dibudidayakan di beberapa negara seperti Palestina, Yordania, Arab Saudi dan Maroko.

4. Keterangan Negara Tidak Jelas

Kurma tersebut biasanya tidak mencantumkan informasi produsen atau negara asal dengan jelas. Kemasan biasanya hanya menampilkan teks bahasa Arab atau bahkan bendera Palestina saja.

Biasanya juga menggunakan label samar seperti ‘Jordan Valley’ untuk mengelabui konsumen. Sebaiknya hindari produk seperti ini untuk mengurangi risiko salah beli/

5. Harga Murah

Kurma yang dijual Israel seringkali memiliki harga yang murah dibanding harga pasaran atau kurma lainnya. Hal ini disinyalir karena adanya subsidi dari pemerintah Israel.

Harga yang terlalu rendah harus diwaspadai, karena bisa menjadi indikator asal produk tersebut. Maka sebaiknya melakukan cek secara menyeluruh.

Karena itu, penting bagi masyarakat sebagai konsumen untuk lebih cermat memeriksa label kemasan sebelum membeli. Dengan beberapa ciri tersebut diharapkan masyarakat terhindar dari produk yang diproduksi atau terafiliasi Israel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....