Tradisi Dentum Meriam Penanda Berbuka di Berbagai Negara
- 24 Feb 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Tradisi dentum meriam sebagai penanda waktu berbuka puasa masih dipertahankan di berbagai negara Muslim hingga kini. Bagi umat Islam, waktu berbuka merupakan momen yang paling dinanti selama Ramadan.
Biasanya, waktu berbuka ditandai dengan azan maghrib sebagai penanda resmi untuk makan dan minum. Namun di sejumlah wilayah, dentuman meriam dibunyikan beberapa saat sebelum azan sebagai bagian dari tradisi.
Tradisi tersebut telah berlangsung ratusan tahun dan menjadi warisan budaya yang terus dipertahankan hingga kini. Di Turki, dentuman meriam yang disebut Ramazan Topu telah berlangsung sejak era Ottoman.
Tradisi masih dipertahankan di sejumlah kota besar seperti Istanbul, bahkan berdampingan dengan tradisi drum sahur yang khas. Di Kairo, Mesir, tradisi meriam berbuka bahkan berakar sejak abad ke-15.
Tradisi tersebut bermula ketika Sultan Khosh Qadam secara tidak sengaja menembakkan meriam menjelang magrib yang kemudian dianggap warga sebagai tanda berbuka. Tradisi tersebut terus dilestarikan dan kini berpusat di Benteng Salahuddin Al‑Ayyubi.
Di Arab Saudi, tradisi ini dikenal sebagai Midfa al-Iftar atau meriam berbuka yang diperkirakan sudah ada sekitar dua abad lalu. Di Kuwait, dentuman meriam berbuka dilakukan di Istana Naif sejak 1907 pada masa pemerintahan Sheikh Mubarak Al-Sabah.
Tradisi ini menjadi simbol budaya yang dicintai masyarakat. Sementara itu, kompleks Istana Naif telah diakui sebagai situs warisan oleh Islamic World Educational, Scientific and Cultural Organization.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....