Ketahui Bacaan Niat Lengkap Salat Tarawih Ramadan

  • 17 Feb 2026 19:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah yang identik dengan bulan Ramadan. Ibadah ini dikerjakan setelah salat Isya dan menjadi amalan yang dianjurkan bagi umat Islam di Indonesia maupun dunia.

Salat Tarawih memiliki keutamaan besar, salah satunya harapan ampunan dosa bagi yang menjalankannya dengan iman. Karena itu, pemahaman tentang niat dan tata cara pelaksanaannya penting agar ibadah berjalan sesuai tuntunan.

Waktu pelaksanaan salat Tarawih dimulai setelah salat Isya hingga menjelang Subuh. Banyak umat Islam memilih melaksanakannya di awal malam, terutama saat berjamaah di masjid.

Salat Tarawih dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah sebagai imam atau makmum. Perbedaan pelaksanaan tersebut tercermin dalam bacaan niat yang disesuaikan dengan posisi saat salat.

Niat salat Tarawih sendiri adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala."

Niat salat Tarawih berjamaah sebagai imam adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala."

Niat salat Tarawih berjamaah sebagai makmum adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.

Artinya: "Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala."

Jumlah rakaat salat Tarawih memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian mengikuti delapan rakaat ditambah witir, sementara lainnya melaksanakan 20 rakaat berdasarkan praktik generasi sahabat.

Riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering melaksanakan salat malam tidak lebih dari 11 rakaat termasuk witir. Namun praktik 20 rakaat juga memiliki dasar historis pada masa sahabat dan diterima mayoritas ulama fikih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....