Simak Daftar Amalan yang Dianjurkan dalam Menyambut Bulan Suci Ramadan
- 13 Feb 2026 14:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Bulan Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 Masehi segera tiba dan dinanti umat Islam. Menjelang bulan suci tersebut, umat Muslim dianjurkan mempersiapkan diri secara lahir dan batin melalui berbagai amalan.
Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam ajaran Islam. Kewajiban berpuasa ditetapkan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah pada tahun kedua Hijriah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Selain itu, Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan Ramadan dalam hadis riwayat Imam Nasa’i. Dalam hadis tersebut ditegaskan tentang kemuliaan dan keberkahan bulan Ramadan.
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.”
Melansir beberapa sumber, berikut adalah amalan yang dianjurkan menjelang Ramadan:
1. Berdoa
Menjelang Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa sebagai bentuk kesiapan spiritual menyambut bulan suci. Dalam riwayat ‘Ubadah bin al-Shamith r.a, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus ketika Ramadan tiba.
اللهم سلمني من رمضان وسلم رمضان لي وتسلمه مني متقبلا
Artinya: “Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadan. Sampaikanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan.”
Selain doa tersebut, umat juga dapat mengamalkan doa yang sering dipanjatkan sejak bulan Rajab dan Sya’ban.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan.”
2. Memperbanyak Puasa Sunah
Memperbanyak puasa sunah menjelang Ramadan menjadi bagian dari latihan spiritual menyambut bulan suci. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah r.a menyebut Rasulullah SAW banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Artinya: “Dari Aisyah r.a. ia menuturkan, Rasulullah SAW biasa mengerjakan puasa sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah tidak berpuasa, dan beliau biasa tidak berpuasa sehingga kami berpendapat bahwa beliau tidak pernah berpuasa. Akan tetapi aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.”
3. Bergembira Menyambut Ramadan
Menyambut Ramadan dengan perasaan gembira termasuk amalan yang dianjurkan dalam sejumlah riwayat. Rasa bahagia tersebut mencerminkan kesiapan hati menerima bulan penuh rahmat dan ampunan.
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Artinya: “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”
4. Membayar Hutang Puasa
Umat Islam yang memiliki hutang puasa Ramadan sebelumnya dianjurkan segera melunasinya sebelum Ramadan berikutnya tiba. Penundaan tanpa alasan syar’i dinilai sebagai perbuatan yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 sebagai dasar kewajiban qadha.
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya: “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”
5. Memperdalam Ilmu Agama
Menyambut Ramadan juga dapat dilakukan dengan memperdalam ilmu agama, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa. Pemahaman mengenai rukun, syarat, serta hal-hal yang membatalkan puasa menjadi bekal penting menjalani Ramadan.
Dengan ilmu yang memadai, ibadah tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa pemahaman. Kesadaran tersebut membantu umat menjalankan puasa secara lebih khusyuk dan terarah.
6. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an karena pada bulan inilah kitab suci diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil.”
7. Menjauhi Maksiat
Mengutip kemenag.go.id, persiapan menyambut Ramadan dapat dilakukan dengan menjauhi perbuatan maksiat sejak Rajab dan Sya’ban. Upaya tersebut membantu membersihkan hati agar memasuki Ramadan dengan kesiapan spiritual lebih matang.
Menahan diri dari perbuatan tidak bermanfaat menjadi latihan pengendalian diri sebelum bulan puasa tiba. Dengan demikian, Ramadan dapat dijalani dengan suasana hati yang lebih tenang dan fokus beribadah.
8. Memantapkan Niat
Menata niat secara sungguh-sungguh menjadi bagian penting dalam menyambut Ramadan dengan penuh kesadaran. Niat yang mantap membantu menjaga konsistensi ibadah selama sebulan penuh tanpa mudah goyah.
Harapannya, Ramadan kali ini diisi dengan amal terbaik dan peningkatan kualitas diri. Kesungguhan niat menjadi fondasi utama keberhasilan ibadah sepanjang bulan suci.
9. Bertaubat
Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperbanyak taubat atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya. Meski demikian, Al-Qur’an mengajarkan agar umat Islam tidak menunda taubat ketika berbuat salah.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Ramadan diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan belaka. Ramadan menjadi momentum pembaruan spiritual menuju pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....