Menyambut Ramadan di Sumatera Barat Lewat Tradisi Malamang

  • 09 Feb 2026 13:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Malamang merupakan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun di masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat, khususnya saat menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan memasak lemang secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Lemang terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang dan dimasak dalam batang bambu di atas bara api unggun. Proses memasak lemang dilakukan secara gotong royong, dari menyiapkan beras ketan, santan, hingga memanggang menggunakan bambu.

Malamang biasanya digelar beberapa hari menjelang Ramadan dan melibatkan seluruh anggota keluarga maupun warga sekitar. Selain menyambut puasa, malamang juga dilakukan pada momen penting lain seperti Maulid Nabi dan Idul Fitri.

Selain menjadi tradisi kuliner, malamang juga memiliki nilai sosial dan religius yang kuat. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus mengajarkan kebersamaan antar generasi.

Di beberapa daerah, lemang yang sudah matang kemudian dibagikan kepada sanak keluarga atau kerabat. Hal ini sebagai tanda silaturahmi dan kebahagiaan menyambut bulan suci serta nilai sosial yang tinggi dalam tradisi tersebut. 

Dilansir dari kemenparekraf.go.id, mayoritas masyarakat di Padang Pariaman meyakini, sejarah tradisi Malamang tidak terlepas dari peran dan perjuangan Syekh Burhanuddin. Sejarahnya, malamang dapat dikatakan sebagai metode dakwah yang digunakan oleh Syekh Burhanuddin untuk mengajarkan perbedaan makanan halal dan haram dalam ajaran Islam.

Bagi masyarakat Minangkabau, lemang tidak sekadar makanan, tetapi simbol persiapan lahir dan batin dalam menyambut bulan suci. Tradisi malamang pun terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya dan warisan leluhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....