Revitalisasi dan Intergrasi Posyandu Layanan Primer

  • 26 Jan 2026 10:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Saat ini keberadaan posyandu tidak lagi hanya menjadi tempat pelayanan balita tetapi juga pusat pelayanan kesehatan. Yang lebih komprehensif terpadu serta dekat dengan masyarakat.

Kita mendukung adanya pelayanan kesehatan primer ini diintegrasikan dan direvitalisasi dengan tujuan untuk semakin menguatkan pelayanan kesehatan dalam upaya promosi dan pencegahan penyakit.

Upaya integrasi ini dilakukan dengan mendekatkan pelayanan ksehatan di tingkat Desa/Kelurahan. Pelayanan Kesehatan di tingkat Desa yang tadinya terpisah terdiri dari Posyandu Balita, Posyandu Lansia, Posbindu Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Posyandu remaja saat ini terintegrasi menjadi Posyandu yang melayani semua siklus hidup.

Sasaran posyandu yang dilayani saat ini terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, usia dewasa hingga usia lansia. Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) semakin diperkuat dengan memantau situasi kesehatan per desa/kelurahan.

Untuk mendukung Posyandu dalam integrasi layanan primer yang melayani semua usia, diperlukan peran kader Posyandu sebagai mitra tenaga kesehatan yang ada di tingkat Desa/Kelurahan.

Tentunya itu sangat mendukung dalam pembangunan itu dibutuhkan masyarakat yang sehat sehingga bila di posyandu sudah terlayani dengan baik. Dari siklus kehidupan telah bisa diamati di posyandu. Sejak dari hamil itu kita sudah bisa diantisipasi berkaitan dengan gangguan atau hambatan dalam masa kehamilan hingga pencegahan stunting.

Jika kita perhatian pelayanan kesehatan yang sudah terintegrasi memang masih perlu dibenahi terutama untuk pelayanan terhadap remaja.

Jika operasional Posyandu di jam sekolah tentu saja kunjungan dari remaja akan minimal sekali, kalau pas hari libur sekolah tidak juga membuat mereka mau berkunjung ke Posyandu.

Hal ini perlu diberikan sosialisasi dan edukasi pada remaja. Karena mindset remaja pos yandu hanya untuk bayi, balita dan lansia. Remaja harus dipahamkan jika Posyandu IPL adalah siklus hidup.

Kita mendorong untuk bisa melakukan pendekatan dengan mendekatkan dengan komunitas remaja sehingga mereka paham tentang keberadaan Posyandu IP tersebut.

Keberadaan Posyandu yang dekat dengat masyarakat tentu saja masyarakat makin paham tentang pentingnya hidup sehat dan bersih atau masyarakat paham dengan kesehatan itu sendiri.

Kesehatan itu sendiri adalah tujuan kita. Masyarakat itu mau dan mampu untuk hidup sehat dan mandiri.

Rekomendasi Berita