Ramadan Glow Up: Transformasi Iman dan Gaya Hidup

  • 13 Mar 2026 09:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Bulan suci Ramadan bukan sekadar momen untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum besar untuk melakukan transformasi diri secara menyeluruh atau yang kini populer dengan istilah "Ramadan Glow Up". Topik tadi dibahas dalam Dialog Cafe Ramadan di Pro 2 RRI yang disiarkan pada Jumat (6/3/2026).

Sebagai narasumber adalah Waliko, M.A., Ketua Jurusan Studi Agama dan Tasawuf dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) UIN Saizu Purwokerto. Waliko menjelaskan bahwa konsep glow up dalam perspektif Islam jauh melampaui perubahan fisik atau penampilan luar.

"Glow up yang sesungguhnya adalah transformasi spiritual, pola pikir (mindset), dan gaya hidup (lifestyle) yang membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih bermakna dan bertakwa," ungkapnya.

Level Up Iman: Ibadah dengan Kesadaran Penuh

Waliko menekankan pentingnya meningkatkan kualitas iman selama Ramadan melalui ibadah yang dilakukan dengan kesadaran penuh (mindfulness). Ia mengajak umat Muslim, khususnya para remaja, untuk menjaga rukun puasa sekaligus menghindari hal-hal yang dapat membatalkan pahala puasa, seperti berbohong atau menyakiti sesama.

Ramadan juga disebut sebagai waktu terbaik untuk mempererat interaksi dengan Al-Qur'an, memperbaiki kualitas shalat, serta memperbanyak doa dan zikir, terutama di sepuluh hari kedua Ramadhan yang merupakan fase penuh ampunan (Maghfirah).

Perubahan Mindset: Dari Pragmatis Menuju Empati

Lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana Ramadan melatih kedisiplinan dan kesabaran melalui batasan waktu sahur dan imsak. Pola pikir yang semula cenderung pragmatis dan hanya mengejar kepuasan duniawi diajak untuk bergeser menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

"Rasa lapar saat berpuasa seharusnya membangun empati kita terhadap sesama yang kurang beruntung. Ini adalah momen untuk mengasah hati nurani agar lebih hidup dan peduli," tambah Waliko.

Lifestyle: Gaya Hidup Sehat dan Produktif

Dari sisi gaya hidup, Ramadan mengajarkan pengendalian diri dalam pola makan. Waliko menyarankan agar saat berbuka puasa, tubuh tidak langsung "dibombardir" dengan makanan berat, melainkan diawali dengan air putih, kurma, dan buah-buahan untuk menjaga kesehatan metabolisme.

Ia juga mematahkan anggapan bahwa puasa adalah alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, Ramadan seharusnya menjadi pemacu produktivitas karena setiap aktivitas positif yang diniatkan karena Allah akan bernilai pahala berlipat ganda. Sebagai penutup, Waliko berpesan agar generasi muda memanfaatkan sisa waktu Ramadhan untuk membentuk karakter yang tangguh dan memiliki peradaban diri yang baik.

"Ramadan Glow Up adalah perubahan yang tumbuh dari dalam hati dengan kesadaran penuh bahwa setiap amal perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan," pungkasnya.

Rekomendasi Berita