Forum Diskusi Publik Bahas Pentingnya Ketahanan Energi Nasional
- 07 Mar 2026 09:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Direktorat Jenderal (Ditjen) Komunikasi Publik dan Media mengadakan Forum Diskusi Publik dengan pembahasan topik Ketahanan Energi. Bersama Drs. Sadjan M.Si. – Praktisi Komunikasi dan Digital, Dr. H. A. Iman Sukri, M.Hum – Anggota Komisi I DPR RI, dan Rizavan Shufi Thoriqi – Tokoh Pemuda sebagai narasumber dalam diskusi.
Ketahanan energi sendiri merupakan kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. Hal ini tentu menjadi hal penting yang harus diketahui dan disikapi bersama bijak demi keberlanjutan energi.
Tujuan dari forum ini, yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai strategi menjaga ketahan energi serta efisiensi energi bagi keberlanjutkan ekonomi dan terbangunnya kesadaran kolektif untuk menarapkan budaya hemat energi serta transisi menuju energi bersih di kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Dr. H. A. Iman Sukri menuturkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya menyadari pentingnya energi terbarukan, juga menyadari bahwa ketahanan energi harus dimulai dari perilaku individu. Dalam hal ini juga ia menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menjaga ketahanan energi.
“Harus diakui adanya kesenjangan kesadaran digital belum sepenuhnya menyadari pentingnya energi terbarukan. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa ketahanan energi harus dimulai dari perilaku individu. Misalnya, kita bijak dengan menggunakan energi fosil, menghemat energi dalam rangka memperpanjang masa, kemudian peningkatan peran masyarakat untuk mendukung inovasi energi lokal dan mengubah pola konsumsi,” jelasnya.
Sementara itu, Drs. Sadjian mengenalkan konsep strategis ketahanan energi berupa tiga pilar strategis dalam mewujudkan visi Asta Cita untuk masa depan energi Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan. Tiga pilar tersebut, yaitu kemandirian nasional, hilirisasi sumber daya, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Menurutnya, terdapat dua poin mengenai hemat energi, ”Hemat energi adalah strategi biaya rendha, dampak tinggi, dan cepat untuk menjaga kedaulatan energi serta stabilitas ekonomi nasional dan efisiensi energi bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan startegis nasional,” jelasnya.
Di sisi lain, Rizavan mengungkapkan kalau ketahanan energi bagi pemuda-pemuda desa khususnya tidak begitu popular tema-tema terkait isu-isu sosial. “Tapi yang memang harus disadari bahwa, ketahanan energi kita tidak sedang melihat hari ini, tapi melihat masa depan,” ungkapnya. Baginya, literasi yang lebih juga dibutuhkan untuk membahas ketahanan energi.
Pada dasarnya, ketahanan energi merupakan tanggung jawab bersama. Namun, untuk itu dibutuhkan juga literasi digital dalam mengenalkan apa itu ketahanan energi untuk sampai pada pkerja sama antara seluruh masyarakat dalam bersikap terhadap ketahanan energi tersebut. (Helmalia)