PP Tunas Hadirkan Ruang Digital Anak yang Aman dan Sehat

  • 06 Mar 2026 07:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar Webinar Literasi Digital pada Rabu (4/3/2026) dengan tema PP Tunas: Ruang Digital Anak Aman dan Sehat. Kegiatan ini menjadi ruang untuk berdiskusi untuk membahas pentingnya perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan internet di kalangan anak.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber hebat, yakni Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, Rektor Universitas Sains Indonesia Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, S.T., M.M, dan Akademisi Sinta Lestari, S.Sos.,M.Si. Ketiganya membahas regulasi dan peran bersama dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak.

PP Tunas merupakan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak. Regulasi ini hadir sebagai bentuk upaya negara memastikan anak-anak yang kini hidup di dunia, yakni dunia nyata dan digital, tetap memiliki batasan serta perlindungan yang jelas.

Anak-anak dinilai belum sepenuhnya memiliki kapasitas untuk memahami berbagai pelanggaran di ruang digital. Mulai dari pelanggaran privasi, eksploitasi, manipulasi, penipuan, hingga paparan konten berbahaya. Karena itu diperlukan tata kelola yang tidak hanya menuntut orang tua, tetapi mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), platform, aplikasi untuk menyaring konten, melakukan verifikasi usia, dan membatasi fitur berisiko bagi anak.

PP Tunas menata ulang tanggung jawab dalam perlindungan anak. Jika sebelumnya beban pengawasan lebih banyak berada di keluarga, kini negara menegaskan bahwa platform digital juga wajib menghadirkan sistem yang ramah anak. Pada dasarnya PP Tunas dibentuk untuk memfasilitasi anak untuk belajar di dalam dua dunia yang mereka alami. Anak-anak tetap dibebaskan untuk eksplorasi semua hal, tidak dilarang tetapi tetap didampingi.

“PP Tunas tidak untuk mengekang anak-anak kita, tapi justru kehadiran PP Tunas itu untuk mendorong kreativitas ya, secara digital. Internet ini tidak hanya satu arah, internet ini akan menjadi dua mata pisau yang berbahaya. Di sisi lain kalau kita bisa memanfaatkan itu akan mendorong kreativitas. Tetapi kalau kita tidak bisa manfaatkan maka akan menjadi eksploitasi yang tak berkesudahan,” ujar Dr. Ir. Endah Murtiana Sari, S.T. M.M, Rektor Universitas Sains Indonesia yang menjadi salah satu narasumber dalam webinar literasi digital ini.

Literasi ruang digital bukan hanya tanggung jawab orang tua semata. Guru, lingkungan sekitar, teman sebaya, hingga komunitas memiliki peran penting dalam membentuk budaya digital yang sehat. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan ruang digital di Indonesia dapat menjadi tempat yang aman, produktif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Dwinanda)

Rekomendasi Berita