Kue Pink Keju Kracak Tembus Sumatra
- 12 Mar 2026 10:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Siapa sangka, harum aroma mentega dan cokelat yang menyeruak dari sebuah dapur sederhana di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, kini telah tercium hingga ke pulau seberang. Nurul Hikmah, seorang perempuan yang dulunya mengabdikan diri sebagai asisten perawat, kini beralih profesi menjadi "ratu kue" kebanggaan warga Banyumas.
Keputusannya untuk "banting setir" bukan tanpa alasan. Desakan ekonomi dan penghasilan yang pas-pasan saat menjadi asisten perawat memaksanya memutar otak. Nurul memilih berhenti merawat pasien dan mulai merawat mimpinya di dunia kuliner.
Di tangan Nurul, tepung dan gula berubah menjadi ladang rezeki. Ia tidak hanya sekadar membuat kue biasa. Nurul menghadirkan variasi produk yang menggugah selera, mulai dari:
Kue Pink Keju: Inovasi unik yang menjadi primadona dan paling banyak diburu karena tampilannya yang menarik dan rasa gurih yang khas.
"Awalnya hanya mencoba karena penghasilan dulu kurang. Sekarang, fokus di kue rumahan ternyata pasarnya luar biasa," ujar Nurul dengan binar mata bahagia.
Kisah Nurul adalah bukti nyata bahwa lokasi di pelosok desa bukan lagi penghalang. Dengan memanfaatkan media sosial, ia berhasil meruntuhkan dinding pembatas geografis. Kue buatannya tidak lagi hanya dinikmati tetangga sebelah rumah, tapi sudah melanglang buana.
Jangkauan Pemasaran l okal: lingkup Banyumas dan sekitarnya.
Nasional: Pesanan rutin mengalir deras dari Jakarta hingga merambah ke tanah Sumatra.
Menjelang Idul Fitri 1447 H, dapur Nurul ibarat mesin yang tak berhenti berputar. Jika pada hari biasa ia hanya memproduksi puluhan kilogram, kini angkanya melonjak drastis hingga menyentuh 200 kilogram.
Dengan harga yang sangat kompetitif, yakni Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, Nurul berhasil membuktikan bahwa kualitas premium tidak harus mencekik kantong. Hasilnya? Omzet jutaan rupiah kini rutin mengalir ke kas keluarga, menjadikannya pilar ekonomi yang kokoh bagi orang-orang tercinta.
Kisah Nurul Hikmah mengajarkan kita bahwa keberanian untuk berpindah jalur, ketekunan menjaga kualitas rasa, dan pemanfaatan teknologi digital adalah kunci sukses UMKM masa kini. Dari Desa Kracak, Nurul telah mengirimkan pesan kuat: Sukses tidak butuh alamat di kota besar, ia hanya butuh tekad yang besar.