OJK Purwokerto Gencarkan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026
- 26 Feb 2026 09:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto mengintensifkan edukasi dan literasi melalui program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus penggunaan produk keuangan syariah di masyarakat, khususnya wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Purwokerto, Haramain Billady. Ia menjelaskan pihaknya berperan sebagai koordinator dalam pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan keuangan syariah selama Ramadan.
“Peran OJK dalam kegiatan GERAK Syariah ini adalah mengoordinasikan pelaksanaan bersama lembaga jasa keuangan dan para pemangku kepentingan, seperti Kementerian Agama dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan syariah. Salah satu yang telah dilaksanakan adalah edukasi kepada para penyuluh agama dari Kementerian Agama se-Jawa Tengah dan DIY.
OJK menilai penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyampaikan literasi keuangan syariah kepada masyarakat luas. Selain itu, OJK Purwokerto juga akan menggelar roadshow ke sejumlah daerah seperti Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara.
"Sasaran kegiatan meliputi pondok pesantren, sekolah, hingga perguruan tinggi," katanya.
Untuk menjangkau generasi muda, khususnya Gen Z, OJK turut mengadakan lomba Instagram Reels bertema edukasi keuangan syariah, kuis, serta berbagai kompetisi seperti lomba hadroh dan kultum. Puncak Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Purbalingga, sebelumnya, rangkaian kegiatan telah dibuka di Banyumas.
“Di puncak acara nanti ada edukasi keuangan syariah, festival UMKM, serta final lomba-lomba yang sudah digelar sebelumnya. Kegiatan dimulai pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka puasa,” kata Haramain.
Terakhir Haramain berharap masyarakat dapat hadir dan merasakan langsung suasana edukatif sekaligus religius dalam kegiatan tersebut. OJK Purwokerto juga berharap kesadaran dan penggunaan produk keuangan syariah semakin meningkat, sekaligus melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal.