Velaleather, Usaha Kerajinan Berawal dari Belajar Otodidak
- 12 Mar 2026 13:34 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Produk Kerajinan berbahan kulit masih memiliki tempat tersendiri di kalangan masyarakat. Selain dikenal kuat dan tahan lama, produk kulit juga memiliki nilai estetika tersendiri. Usaha kerajinan kulit tersebut ditekuni oleh Wiwied Satriawan Pamungkas sejak 2021 yang diberi nama Velaleather yang berpusat di kota Purbalingga.
“Awalnya, saya membuat kerajinan kulit ini hanya mengisi waktu luang saat saya menjadi tenaga honorer. Proses belajar dilakukan secara otodidak hanya bermodalkan menonton berbagai video di Youtube. Tanpa mentor, ia mencoba memahami teknik dasar pembuatan produk kulit hingga akhirnya bisa menghasilkan produk sendiri,” ungkap Wiwied dalam dialog Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Purwokerto.
Setelah sekitar delapan bulan belajar, keterampilan tersebut mulai menghasilkan peluang usaha. Produk pertama yang dijual adalah dompet kulit, kemudian sekarang berkembang dengan berbagai produk antara lain: tas, card holder, dan sepatu.
Kerajinan yang dibuat semuanya ‘handmade’ dan dalam proses produksinya, Velaleather menggunakan bahan kulit lokal yang diambil dari berbagai macam daerah seperti Garut, Yogyakarta, Magetan, dan Batang. Sementara pemasaran dilakukan dengan sistem pre-order dan dapat dikirim ke seluruh Indonesia.
Wiwied mengakui saat ini produk kerajinan kulit handmade memiliki tantangan tersendiri di tengah persaingan dengan produk berbasis mesin. Akan tetapi, ia yakin bahwa akan ada orang yang lebih suka kerajinan dibuat handmade karena ada kepuasan tersendiri.
“Untuk sekarang kompetitornya mesin dengan desain yang lebih bagus dan rapi. Kalau handmade kan kelihatan kaku, tapi saya semuanya handmade ada kepuasan tersendiri, dan semua produknya full kulit,” ujar Wiwied.
Melalui Velaleather, harapannya kerajinan kulit handmade dapat terus dikenal dan tetap diminati masyarakat, sekaligus menjadi salah satu bentuk pengembangan produk kreatif berbahan kulit lokal. (Dwinanda)