Bisnis Hantaran, Peluang Emas dari Kerajinan
- 27 Feb 2026 08:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Usaha hantaran dan buket dinilai memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan saat ini, terutama pada momen wisuda, pernikahan, hingga hari besar nasional. Sentuhan kreativitas mampu mengubah hantaran menjadi produk bernilai seni sekaligus bernilai jual yang lebih tinggi.
Dalam dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto, hadir Dwi Yanti, pemilik usaha kerajinan Affa's Bakery & Craft yang mulai dirintis sejak 2020. “Awalnya saya fokus pada catering, kemudian berkembang ke pembuatan buket dan hantaran. Ide tersebut muncul setelah ia belajar secara otodidak melalui media sosial,” ungkapnya
Usaha kerajinan seperti ini memerlukan keterampilan dan ketelitiannya. Sebenarnya dalam proses pembuatan, bahan yang digunakan cukup simpel antara lain styrofoam, kertas selo, kardus, serta hiasan sesuai permintaan pelanggan. Pentingnya teknik dan ketelitian ketika membuat kerajinan yang menjadi kunci nilai jualnya dan kualitasnya.
Untuk promosi, Dwi Yanti memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp. Personal branding dinilai penting agar produk dikenal luas dan dipercaya pelanggan. Selain itu, ia juga menyesuaikan harga berdasarkan bahan dan tingkat kesulitan.
Tantangan terbesar untuk dalam menjalankan usaha ini adalah soal mental. Risiko kerugian pasti ada dalam dunia usaha, apalagi ini usaha kerajinan.
“Yang namanya usaha pasti kita akan rugi. Jadi yang utama itu mental,” katanya. Karena itu, ia mengingatkan pelaku UMKM lain agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Di akhir dialog, Dwi Yanti berpesan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha agar berani mencoba. Jangan pernah takut untuk melangkah dan mencoba. Usaha ini tetap hidup karena rasa optimistis, kreativitas dan konsistensi, sehingga bisnis hantaran dapat menjadi peluang emas. (Dwinanda)