Pindad–Ashok Leyland Kembangkan Bus Listrik

  • 06 Feb 2026 09:29 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - PT Pindad menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan pertahanan dan otomotif asal India, Ashok Leyland. Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di kantor pusat PT Pindad, Bandung, Rabu (4/2/2026).

Ashok Leyland merupakan perusahaan terkemuka asal India yang berada di bawah naungan Hinduja Group dan dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan komersial serta pertahanan berskala global. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India, khususnya di bidang mobilitas berkelanjutan dan teknologi pertahanan maju.

Dalam keterangan pers yang diterima oleh RRI Purwokerto Jumat ( 6/2/2026), kedua pihak sepakat menjalin kolaborasi strategis untuk pengembangan dan manufaktur bersama Bus Listrik serta Kendaraan Pertahanan. Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas dan keamanan nasional Indonesia yang terus berkembang, seiring percepatan transisi menuju transportasi ramah lingkungan dan modernisasi alat utama sistem pertahanan.

Penandatanganan perjanjian ini dihadiri Direktur Utama PT Pindad Prof. Sigit P. Santosa, Presiden Operasi Internasional, Pertahanan, LCV dan PSB Ashok Leyland Amandeep Singh, serta Advisor to the Board Hinduja Auto Lord Tariq.

Amandeep Singh menyampaikan, Ashok Leyland memiliki pengalaman panjang dalam menyediakan solusi mobilitas komersial dan pertahanan di berbagai negara. Melalui anak perusahaannya, Switch Mobility, Ashok Leyland juga telah mengembangkan beragam bus listrik dengan daya saing global.

“Kemitraan dengan Pindad memungkinkan kami untuk bersama-sama mengembangkan produk yang secara khusus sesuai dengan kondisi medan, infrastruktur, dan kebutuhan operasional Indonesia,” kata Amandeep Singh.

Lanjutnya,kemitraan ini memadukan keunggulan global Ashok Leyland dalam pengembangan platform kendaraan listrik komersial dan solusi mobilitas pertahanan, dengan kapabilitas rekayasa PT Pindad, kekuatan manufaktur dalam negeri, serta kontribusi jangka panjangnya dalam ekosistem pertahanan nasional.


Rekomendasi Berita