Sekda Sultra Paparkan Potensi Pertambangan di Geovia Day

  • 11 Nov 2024 21:58 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, mengungkapkan potensi besar Sulawesi Tenggara dalam sektor tambang, khususnya nikel dan emas.

Hal tersebut diungkapkan Asrun Lio dalam acara Geovia Day yang mengusung tema “Unlocking Innovation: Collaborating for Intelligence Mining Solutions”, di Swis-Belhotel Kendari, Senin (11/11/2024).

Dijelaskan, wilayah Sultra tidak hanya kaya dengan sumber daya nikel yang menjadi andalan, tetapi juga memiliki potensi tambang emas, aspal, dan batubara.

Data dari Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pada tahun 2022, Sulawesi Tenggara memiliki sumber daya bijih nikel sebesar 6,37 miliar ton, dengan cadangan bijih mencapai 1,71 miliar ton. Selain itu, sumber daya logam nikel tercatat sebesar 66,12 juta ton, dengan cadangan sebesar 18,65 juta ton.

Sekda Asrun Lio menekankan pentingnya mengelola sumber daya alam ini secara berkelanjutan. "Pendekatan pembangunan harus mengedepankan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang," ujar Asrun Lio dalam keterangannya.

Sektor pertambangan dan pertanian sendiri merupakan kontributor utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2023 sektor pertanian menyumbang 24,15% terhadap PDRB, sedangkan sektor pertambangan memberikan kontribusi sebesar 20,84%.

Di bidang perizinan, Sekda menyebutkan bahwa terdapat 276 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dikeluarkan di Sulawesi Tenggara, dengan mayoritas izin berkaitan dengan komoditas nikel. Ia menyoroti pentingnya penerbitan izin tambang yang sesuai dengan kebutuhan industri untuk mencegah perubahan penggunaan lahan yang berlebihan dan tidak tepat guna.

Asrun Lio juga mengapresiasi langkah Kementerian ESDM dalam mengembangkan sistem informasi terpadu guna meningkatkan transparansi dan efisiensi di sektor tambang. Melalui 17 ekosistem Simbara (Sistem Informasi Mineral dan Batubara), pemerintah berupaya mewujudkan tata kelola sektor mineral dan batubara yang lebih modern dan efektif.

Namun, tantangan dalam pengelolaan sektor pertambangan masih ada. Menurut Sekda, diperlukan inovasi dalam pengumpulan data yang akurat mengenai kebutuhan industri pengolahan dan jumlah izin tambang yang relevan. Data yang tepat ini akan sangat memengaruhi aktivitas tambang, industri pengolahan, dan tata guna lahan.

Sekda berharap agar sektor pertambangan dan industri pengolahan di Sulawesi Tenggara dapat menjadi pionir dalam penerapan inovasi teknologi. Dengan langkah ini, ia optimis sektor ini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....