Tanggal 3 Oktober , Peringatan Hari Kemerdekaan Irak
- 03 Okt 2024 08:13 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Tanggal 3 Oktober adalah hari bersejarah bagi rakyat Irak, yang diperingati sebagai Hari Kemerdekaan atau Hari Nasional Irak. Pada tanggal ini, di tahun 1932, Irak secara resmi menjadi negara berdaulat setelah lama berada di bawah kendali kekuatan asing.
Sejarah Singkat Irak Modern
Irak modern memiliki sejarah panjang yang dipengaruhi oleh kekuatan besar. Pada awal abad ke-19, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Irak berada di bawah Kekaisaran Ottoman sejak tahun 1831. Saat itu, wilayah ini tidak disebut Irak, melainkan dibagi menjadi tiga provinsi penting: Basra, Baghdad, dan Mosul.
Namun, keadaan berubah drastis setelah Perang Dunia I. Kekaisaran Ottoman kalah dan pada tahun 1920, wilayah yang dulunya merupakan bagian dari Ottoman, yaitu Baghdad, Mosul, dan Basra, menjadi bagian dari Mandat Inggris untuk Mesopotamia berdasarkan keputusan Liga Bangsa-Bangsa. Keputusan ini menempatkan Inggris sebagai pengawas utama atas wilayah tersebut.
Perlawanan Terhadap Mandat Inggris
Kehadiran Inggris tidak diterima oleh sebagian besar rakyat Irak. Pada tahun yang sama, gelombang protes meluas di berbagai kota besar seperti Baghdad. Pertemuan besar diadakan di masjid-masjid Sunni dan Syiah, yang menunjukkan persatuan melawan pendudukan Inggris. Protes ini akhirnya berujung pada pemberontakan bersenjata, yang dikenal sebagai Revolusi 1920. Inggris merespons pemberontakan ini dengan serangan udara, termasuk penggunaan pesawat militer untuk menekan perlawanan.
Meskipun pemberontakan berhasil ditumpas, perlawanan tersebut memaksa Inggris untuk meninjau ulang kebijakannya. Pada tahun 1922, ditandatangani Perjanjian Inggris-Irak yang memberikan Irak pemerintahan sendiri, meskipun Inggris masih mengendalikan kebijakan luar negeri negara tersebut.
Kelahiran Kerajaan Irak
Pada tahun 1921, Faisal I bin Al-Hussein diangkat sebagai Raja Irak oleh Inggris. Penunjukan ini dilakukan sebagai kompromi politik untuk meredakan ketegangan. Faisal I adalah tokoh berpengaruh yang juga memiliki kedekatan dengan rakyat Irak. Ia adalah keturunan Nabi Muhammad dan pernah memimpin pemberontakan Arab melawan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1916. Kepemimpinannya dianggap sebagai pilihan yang tepat untuk memimpin Irak di masa transisi.
Akhirnya, pada tanggal 3 Oktober 1932, Irak secara resmi diakui sebagai negara merdeka dan berdaulat dengan bentuk pemerintahan monarki konstitusional di bawah Raja Faisal I. Meskipun Irak merdeka, Inggris tetap mempertahankan pengaruhnya di wilayah tersebut, terutama dalam bidang ekonomi dan militer.
Hari Kemerdekaan Irak
Hari Kemerdekaan ini menjadi simbol perjuangan rakyat Irak untuk merdeka dari pengaruh asing, serta awal mula berdirinya Irak modern sebagai negara berdaulat. Setiap tahun, tanggal 3 Oktober dirayakan dengan berbagai kegiatan, termasuk upacara resmi dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
Hari ini tidak hanya menjadi peringatan penting bagi rakyat Irak, tetapi juga pengingat akan pentingnya persatuan dan tekad dalam meraih kebebasan dari dominasi kolonial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....