Sebanyak 1.100 Orang Demo Tuntut Kepemilikan Lahan Tambak Oso
- 10 Feb 2025 14:39 WIB
- Surabaya
KBRN, Sidoarjo: Ribuan orang dari Aliansi Anti Mafia Tanah Jawa Timur menggelar aksi di Tambak Oso, Sidoarjo, Senin (10/2). Mereka menuntut pengembalian tanah seluas 98.468 meter persegi kepada pemilik sah, Miftahur Roiyan dan Elok Wahibah.
Massa yang datang dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik bergerak menuju Kantor Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Sidoarjo. Mereka mendesak aparat menjalankan putusan hukum terkait sengketa lahan tersebut.
Kuasa hukum Aliansi, Andi Fajar Yulianto, menyebut sengketa ini berawal dari transaksi tanah yang cacat hukum. “Terjadi pengelabuan saat tandatangan akta jual beli, sehingga hak tanah berpindah secara tidak sah,” ujarnya.
Menurutnya, pemilik tanah awalnya sepakat menjual lahan seharga Rp225 miliar, tetapi transaksi dibatalkan karena pembeli tak mampu membayar. Saat proses pembatalan, pemilik tanah ditipu menandatangani dokumen tambahan yang ternyata berisi pengalihan hak.
“Bahkan, untuk menyempurnakan perbuatan tersebut, notaris membuat dua kali momen tanda tangan, padahal pemilik tanah hanya hadir sekali,” ungkapnya.
Setelah transaksi batal, pemilik tanah menerima tiga sertifikat hak milik, tetapi belakangan diketahui dokumen tersebut tidak terdaftar di BPN Sidoarjo. “Ini bukti kuat bahwa ada tindak pidana dalam kasus ini,” kata Andi Fajar.
Fakta hukum menunjukkan pembayaran hanya Rp43,7 miliar, tetapi pemilik tanah tak pernah menerima uang tersebut. Sertifikat kemudian dialihkan menjadi Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT Kejayan Mas.
Aksi massa menuntut tiga hal kepada Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Pertama, menegakkan hukum secara adil dengan mengakui bukti pidana yang telah berkekuatan hukum tetap. Kedua, menjalankan putusan pengadilan yang memenangkan pemilik sah. Ketiga, mengusut tuntas praktik mafia tanah di wilayah tersebut.
Saat tiba di Kejaksaan, Andi Fajar meminta Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo segera menyerahkan tiga sertifikat kepada pemilik sah. “Keberanian Kajari menegakkan hukum akan kami kawal. Jika tuntutan ini diabaikan, kami akan datang lagi dengan massa lebih besar,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....