BMKG: Sebagian Besar Wilayah Jawa Tengah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang
- 12 Mar 2026 11:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada Kamis (12/3/2026). Prakiraan tersebut berlaku selama 12 jam mulai pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, kondisi cuaca pada pagi hari diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Memasuki siang hingga awal malam, cuaca umumnya berawan dengan potensi hujan ringan sampai sedang yang terjadi secara tersebar di sejumlah wilayah.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dapat menyertai kondisi cuaca tersebut. Seperti banjir, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, sambaran petir, pohon tumbang, serta genangan air di beberapa daerah.
Secara umum, angin di wilayah Jawa Tengah bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan berkisar 10 hingga 35 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 18 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 60 hingga 95 persen.
Di sejumlah wilayah eks Karesidenan Banyumas, hujan juga diprediksi terjadi dengan intensitas bervariasi. Di Purwokerto diprakirakan terjadi hujan ringan dengan suhu udara berkisar 22 hingga 31 derajat Celsius dan kelembapan 65 hingga 95 persen.
Sementara itu, wilayah Purbalingga dan Banjarnegara diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Yaitu, dengan suhu udara masing-masing berkisar 20 hingga 28 derajat Celsius di Purbalingga serta 18 hingga 26 derajat Celsius di Banjarnegara.
Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah pesisir selatan seperti Cilacap yang berpotensi mengalami hujan ringan dengan suhu udara berkisar 26 hingga 32 derajat Celsius. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun yang berada di daerah rawan bencana hidrometeorologi.