Menjadi Muslim Keren Dengan Literasi Media

  • 12 Mar 2026 09:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Literasi media yaitu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan memproduksi pesan media dengan bijak di berbagai platform digital. Keempat aspek itu harus dilakukan dengan berurutan supaya tidak hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga cerdas dalam menyaring informasi yang masuk ke dalam smartphone mereka.

Dalam pandangan Islam, konsep literasi media sangat sejalan dengan nilai-nilai tabayun yang mengajarkan pentingnya melakukan pengecekan ulang terhadap setiap berita yang diterima. Aufannuha Ihsani, M.A dalam program Café Ramadan Pro 2 RRI Purwokerto menjelaskan bahwa “Perintah untuk memeriksa kebenaran informasi ini tercantum dalam Al-Qur'an surah Al-Hujurat ayat 6 guna menghindari fitnah juga perpecahan”.

Diharapkan setiap Muslim mempunyai kontrol penuh pada arus informasi yang dikonsumsi, dengan cara menyaring konten yang benar-benar bermanfaat untuk dirinya. "Kita harus punya kemampuan atau keberanian untuk membatasi informasi-informasi yang masuk ke kita, agar tidak terjebak dalam informasi yang tidak berdasar atau hanya sekadar opini publik,” tutur Aufannuha.

Tak hanya itu, etika dalam bermedia sosial juga harus melewati tiga hal utama sebelum disebarkan, yaitu kebenaran informasi, tingkat kepentingannya, serta kebaikan dampaknya bagi orang lain. Jika sebuah informasi bersifat benar dan penting namun berpotensi menyakiti perasaan sesama, maka seorang muslim yang bijak akan memilih untuk tetap menjaga lisan serta jempolnya dari hal-hal negatif.

Literasi media dapat dimaknai sebagai bentuk ibadah kecil yang bertujuan untuk menjaga ukhuwah atau persaudaraan antar sesama manusia. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, kita dapat menjadi pribadi yang keren karena mampu memanfaatkan media digital untuk menyebarkan kemaslahatan dan kedamaian di tengah masyarakat. (Khofifah)

Rekomendasi Berita